Tidaklah penting berapa lama kita hidup! Satu hari, atau seratus tahun…
Hal yang benar-benar penting adalah APA yang kita telah lakukan selama hidup kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain!
Seperti Apa Anda Mengukir Sejarah?
“The difference between a successful person and others is in a lack of will” ~ Vince Lombardi, Football Coach
Kebanyakan manusia cukup puas hanya dengan… Lahir – Hidup – dan lalu meninggal.
Hingga akhirnya yang tertinggal hanya tiga baris di batu nisannya :
Si X, lahir tanggal sekian, dan meninggal tanggal sekian!
Inginkah kita menjalani hidup apa adanya seperti itu?
Seperti apa kita mengukir sejarah?
Ada 3 hal yang bisa membedakan orang dalam mengukir sejarah, yaitu… Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.
1. Kemauan. Kemauan menjadi kata kunci yang paling penting dalam menentukan sejarah hidup. Kita mau menjadi apa? Seperti apa? dan di mana? Tentunya hanya kita yang paling mengetahuinya! Cobalah catat semuanya. Baik itu melalui memori, diary, atau melalui selembar kertas sekali pun! kita pasti punya kemauan! Jangan pernah katakan kita tidak punya kemauan. Hidup itu terlalu pendek untuk disia-siakan.
2. Keilmuan. Percaya, segala sesuatu itu pasti ada ilmunya! Jika kita punya kemauan dan memiliki ilmunya, maka segala usaha akan tercapai dengan lebih baik. Itu sebabnya kita harus mau belajar dan belajar. kita bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, mengenal, memahami, dan mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat
bagi kehidupan kita, begitu juga bagi orang lain.
3. Kesempatan. Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka tinggal kesempatanlah yang memutuskan apakah kita bisa mengukir sejarah dengan baik atau tidak. Kesempatan ini bisa datang dari mana saja, tergantung kecekatan kita dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada. Kita tahu, seringkali kesempatan itu hadir, tapi kita tidak mampu memanfaatkannya dengan benar, karena keilmuannya kurang, meski keinginan kita itu sebenarnya sudah besar. Jika ini terjadi, tidak jarang orang menyesal dan kadang menjadi berfikir bahwa nasib selalu tidak berpihak padanya. Sebenarnya tidak demikian! Dia hanya tidak tahu bagaimana cara menyatukan 3K! Yaitu… Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan!
Nah, sekarang kita tahu, apa yang harus dilakukan untuk bisa mengukir sejarah dengan baik dalam hidup kita!
Padukan antara kemauan, keilmuan dan kesempatan. Jika kemauan sudah ada, keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!
Dan percaya… ketika ketiga unsur ini berpadu dalam hidup kita, maka sejarah kebesaran tentang kita telah dimulai. :-)
skip to main |
skip to sidebar
Tuesday, September 7, 2010
TIP BERBURU POLA PIKIR BARU
Di era modern yang serba dinamis ini, organisasi seperti perusahaan berusaha untuk selalu berubah dari waktu ke waktu. Semboyan “today has to be better than yesterday” berusaha untuk ditanamkan ke seluruh jajaran manajemen dan karyawan.
Sistem informasi sebagai salah satu komponen utama perusahaan modern juga tidak lepas dari tuntutan untuk selalu memperbaiki kinerjanya. Perkembangan teknologi informasi yang kecepatannya eksponensial saat ini memberikan dampak yang cukup besar bagi perusahaan yang ingin selalu beradaptasi dengan teknologi terbaru.
Ada satu masalah yang kerap diperdebatkan antara praktisi teknologi informasi dan manajemen: perubahan semacam apakah yang cocok diterapkan di perusahaan? Di lihat dari kacamata manajemen organisasi, perubahan secara evolusioner (perlahan-lahan) yang cenderung dipilih, berlawanan dengan pendekatan perubahan revolusioner yang cocok diterapkan jika ingin selalu memanfaatkan teknologi informasi terbaru.
Para pakar teknologi informasi dari Sloan School of Management di Massachusetts Institute of Technology (MIT) memberikan suatu kerangka landasan yang dinamakan sebagai “MIT ’90 Five Layer Model” untuk membantu manajemen perusahaan dalam mencermati permasalahan ini (Scott-Morton, 1991). Dalam menganalisa permasalahan ini, mereka mencoba melihat dari dua buah sisi: besarnya manfaat atau benefit yang akan didapatkan perusahaan, dan tingkat perubahan manajemen internal perusahaan yang harus dijalani (business transformation).Selengkapnya... Jenis perubahan pertama disebut sebagai “localised exploitation”
Jenis perubahan pertama disebut sebagai “localised exploitation” karena wilayah perubahan hanya terjadi di sebuah fungsi atau departemen di dalam organisasi. Katakanlah Divisi SDM ingin menerapkan Sistem Aplikasi Personalia sebagai pengganti sistem manual yang saat ini dipergunakan. Otomatis proses dan prosedur baru sehubungan dengan diimplementasikannya aplikasi ini hanya diperuntukkan bagi para karyawan di Divisi SDM tersebut. Dampaknya pun secara langsung hanya akan dinikmati oleh divisi yang bersangkutan, tidak secara signifikan berpengaruh ke seluruh fungsi-fungsi yang ada di perusahaan. Dari segi resiko, perubahan ini dapat secara “aman” dilakukan karena ruang lingkupnya yang terbatas.
Jenis perubahan kedua yang dikenal dengan istilah “internal integration” merupakan perubahan yang terjadi, dimana tujuan utama adalah untuk melakukan integrasi antar fungsi-fungsi atau departemen departemen yang ada dalam perusahaan. Dalam teori organisasi modern, perusahaan yang ingin berkembang saat ini harus merubah filosofi cara memandang aktivitas internal perusahaan, dari yang berbasis hirarki (atau fungsional) untuk keperluan manajemen internal, menjadi berbasis proses yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Contohnya adalah penerapan Sistem Informasi Lembur Karyawan yang secara langsung akan berdampak pada paling tidak tiga direktorat perusahaan, yaitu Direktorat Sumber Daya Manusia, Direktorat Keuangan, dan Direktorat Operasi. Seorang karyawan yang lembur kerja di daerah pertambangan, harus memperoleh ijin kerja lembur dari supervisornya (Direktorat Operasi), dimana besarnya uang lembur dan jumlah jam lembur akan ditentukan dan dikelola oleh manajer personalia (Direktorat SDM), dengan pembayaran uang lembur yang akan ditangani oleh staf bagian penggajian karyawan (Direktorat Keuangan). Secara langsung, pengenalan aplikasi baru ini akan merubah cara kerja beberapa direktorat sekaligus. Proses dan prosedur kerja secara efisien dan efektif akan tercapai jika ketiga direktorat di atas terintegrasi dengan baik. Untuk jenis perubahan “internal integration” ini, manfaat yang didapatkan akan lebih besar dibandingkan dengan “localised exploitation” karena sudah melibatkan beberapa fungsi dalam organisasi. Demikian pula dengan resiko yang dihadapi akan lebih besar, mengingat mengintegrasikan beberapa buah fungsi organisasi yang memiliki karakteristik dan obyektivitas berbeda bukanlah suatu hal yang mudah.
Jenis perubahan berikutnya yang sangat populer saat ini adalah “business process redesign” atau yang lebih dikenal dengan BPR atau “Business Process Reengineering”. Teori Michael Hammer dan James Champy, yang digabung dengan kerangka value chain Michael Porter, telah mengilhami perusahaan untuk mengadakan perubahan besar-besaran dan secara mendasar. Karena perusahaan akan melakukan transformasi besar-besaran di sini, maka resiko yang dihadapi juga sangatlah besar.
Tercatat dalam statistik terakhir bahwa 80% dari program BPR mengalami kegagalan. Namun seperti istilah “high risk high return” mengatakan, dari 20% perusahaan yang berhasil menjalani program BPR dengan sukses, manfaat atau benefit yang diperoleh pun tidak kepalang tanggung! Ada yang sanggup meningkatkan pendapatan-nya (revenue) hingga 100%, ada yang langsung menjadi market leader, ada yang frekuensi transaksi dan volume penjualannya meningkat sangat tajam, dan keberhasilan lainnya. Dilihat dari kacamata sistem informasi, aplikasi-aplikasi seperti ERP (Enterprise Resource Planning) dan Sistem Informasi Korporat lainnya merupakan salah satu komponen utama (change driver) yang memicu perusahaan untuk melakukan program BPR. Sebutlah aplikasi seperti SAP, BAAN, Oracle, PeopleSoft, yang merupakan perangkat lunak paling laku di pasaran. Perubahan mendasar yang dimaksud dalam BPR adalah tidak hanya membatasi diri pada pembagian fungsi atau proses di dalam perusahaan, tetapi lebih dari itu. Bahkan ada perusahaan yang harus mendefinisikan ulang bisnis yang akan digelutinya (visi dan misi usaha).
“Business Network Redesign” adalah suatu jenis perubahan yang mulai menjadi fenomena di abad globalisasi informasi saat ini. Perusahaan akan sukses di masa-masa ini jika menspesialisasikan diri pada suatu proses tertentu (fokus). Dalam proses penciptaan produk atau jasa yang ditawarkan, tentu saja banyak sekali rekanan bisnis (business partners) yang diajak untuk bekerja sama, baik secara langsung (sebagai supplier bahan mentah, pendistribusi produk, agen pemasaran, dsb.) maupun tidak langsung (pemasok alatalat kantor, kebutuhan sehari-hari karyawan, dsb.). Semangat “collaboration for competition” merupakan hal yang menjadi sangat umum saat ini dimana kunci keberhasilannya adalah terletak pada jaringan yang dimiliki suatu perusahaan dengan rekanan bisnisnya. Biasanya yang terjadi pada perubahan ini adalah masalah komunikasi antar rekanan bisnis.
Produk-produk teknologi informasi berbasis internet, intranet, dan ekstranet merupakan tulang punggung dalam jaringan kerja ini. Tentu saja derajat transformasi yang akan dialami perusahaan akan semakin besar, karena bisa dibayangkan tingkat kompleksitas penyusunan proses dan prosedur untuk beberapa perusahaan yang ingin bekerja dalam proses penciptaan produk-produk baru. Lepas dari resiko kegagalan yang cukup “tinggi”, keberhasilan menjalin jaringan bisnis secara efektif akan mendatangkan dampak positif yang signifikan untuk masing-masing perusahaan yang berkerja sama.
Jenis perubahan terakhir yang resikonya tertinggi namun dampak yang dihasilkan akan sangat besar adalah “business scope redefinition”. Singkatnya adalah perubahan ini disebabkan karena kemajuan teknologi informasi yang tercanggih (state-of-the-art) menawarkan kesempatan (opportunity) baru bagi perusahaan untuk menciptakan jenis-jenis produk atau pelayanan yang lain dari pada yang lain. Namun syarat utamanya adalah bahwa bisnis harus mengikuti teknologi informasi, bukan sebaliknya. Seorang praktisi manajemen mengatakan: “Mungkin baru di era ini seseorang dapat menjalankan bisnis atau usahanya tanpa harus memiliki asset seperti tanah, gedung, peralatan kantor, atau bahkan karyawan! Dengan berbekal seperangkat PC (personal computer) yang terkoneksi dengan jaringan internet, seorang individu sudah dapat menawarkan produknya ke sekian juta calon pelanggan di seluruh dunia…”. Tengoklah seorang Amerika yang hanya berbekal ruangan 3×3 meter persegi dapat menghasilkan pendapatan individu sebesar US$10,000 per bulan hanya dengan menjalankan bisnis perantara pengiriman bunga di seluruh dunia.
Sudah banyak perusahaan yang melakukan transformasi besar-besaran dengan menggunakan kerangka manajemen perubahan “business scope redefinition”. Bank internet pertama lahir di benua Eropa dimana bank yang bersangkutan “benar-benar” tidak memiliki gedung untuk menjalankan bisnisnya.
Tentu saja resikonya cukup besar, karena selain harus merubah cara berfikir (mindset) dalam melihat kesempatan bisnis di cyber space, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat harus selalu dapat diantisipasi oleh perusahaan tersebut dengan cara mengadaptasikannya secepat mungkin. Kecenderungan yang terjadi adalah bahwa akan menjamurnya perusahaan yang mentransformasikan dirinya menjadi perusahaan pelayanan murni, dimana secara internal manajemen dan stafnya (dengan jumlah armada yang relatif sedikit) hanya akan berfungsi mengatur perjalanan produknya (flow of goods) dari satu tempat ke tempat lain, sampai ke tangan pelanggan.
Seperti terlihat pada grafik di atas, para pakar dari MIT mengusulkan pendekatan evolusi untuk dua jenis perubahan yang pertama, dan pendekatan revolusi untuk tiga manajemen perubahan terakhir. Namun tentu saja hal ini tidak mutlak untuk dilakukan, tetapi baik sebagai pertimbangan karena didasarkan pada pengalaman beberapa perusahaan. Kunci mengelola perubahan adalah terletak pada pola pikir (mindset) dari seluruh SDM perusahaan yang terlibat. Agak sulit, terutama bagi negara berkembang, untuk memahami pola pikir manajemen perubahan seperti BPR yang sangat populer di negara-negara maju. Faktor utamanya adalah kesiapan SDM dalam menghadapi perubahan drastis tersebut. Tidaklah aneh jika fenomena yang terjadi di negara berkembang cenderung pada perubahan yang bersifat evolusioner sebagai konsekuensi masuknya teknologi informasi sebagai salah satu komponen penting abad ini. Dan tentu saja, kemauan dan kesediaan untuk berubah (“willingness to change and to act”) merupakan kunci lainnya di samping pola pikir baru yang harus mulai ditanamkan di kepala para generasi muda penerus.
Mengapa generasi muda? Karena banyak para pengambil keputusan saat ini (terutama di negara berkembang) tidak mau aktif dalam mempelajari kemajuan teknologi. Bagi mereka sistem informasi tidak ada bedanya dengan teknologi informasi yang mereka setarakan dengan pengertian komputer, alat untuk mengetik dan membuat laporan.
Sistem informasi sebagai salah satu komponen utama perusahaan modern juga tidak lepas dari tuntutan untuk selalu memperbaiki kinerjanya. Perkembangan teknologi informasi yang kecepatannya eksponensial saat ini memberikan dampak yang cukup besar bagi perusahaan yang ingin selalu beradaptasi dengan teknologi terbaru.
Ada satu masalah yang kerap diperdebatkan antara praktisi teknologi informasi dan manajemen: perubahan semacam apakah yang cocok diterapkan di perusahaan? Di lihat dari kacamata manajemen organisasi, perubahan secara evolusioner (perlahan-lahan) yang cenderung dipilih, berlawanan dengan pendekatan perubahan revolusioner yang cocok diterapkan jika ingin selalu memanfaatkan teknologi informasi terbaru.
Para pakar teknologi informasi dari Sloan School of Management di Massachusetts Institute of Technology (MIT) memberikan suatu kerangka landasan yang dinamakan sebagai “MIT ’90 Five Layer Model” untuk membantu manajemen perusahaan dalam mencermati permasalahan ini (Scott-Morton, 1991). Dalam menganalisa permasalahan ini, mereka mencoba melihat dari dua buah sisi: besarnya manfaat atau benefit yang akan didapatkan perusahaan, dan tingkat perubahan manajemen internal perusahaan yang harus dijalani (business transformation).Selengkapnya... Jenis perubahan pertama disebut sebagai “localised exploitation”
Jenis perubahan pertama disebut sebagai “localised exploitation” karena wilayah perubahan hanya terjadi di sebuah fungsi atau departemen di dalam organisasi. Katakanlah Divisi SDM ingin menerapkan Sistem Aplikasi Personalia sebagai pengganti sistem manual yang saat ini dipergunakan. Otomatis proses dan prosedur baru sehubungan dengan diimplementasikannya aplikasi ini hanya diperuntukkan bagi para karyawan di Divisi SDM tersebut. Dampaknya pun secara langsung hanya akan dinikmati oleh divisi yang bersangkutan, tidak secara signifikan berpengaruh ke seluruh fungsi-fungsi yang ada di perusahaan. Dari segi resiko, perubahan ini dapat secara “aman” dilakukan karena ruang lingkupnya yang terbatas.
Jenis perubahan kedua yang dikenal dengan istilah “internal integration” merupakan perubahan yang terjadi, dimana tujuan utama adalah untuk melakukan integrasi antar fungsi-fungsi atau departemen departemen yang ada dalam perusahaan. Dalam teori organisasi modern, perusahaan yang ingin berkembang saat ini harus merubah filosofi cara memandang aktivitas internal perusahaan, dari yang berbasis hirarki (atau fungsional) untuk keperluan manajemen internal, menjadi berbasis proses yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Contohnya adalah penerapan Sistem Informasi Lembur Karyawan yang secara langsung akan berdampak pada paling tidak tiga direktorat perusahaan, yaitu Direktorat Sumber Daya Manusia, Direktorat Keuangan, dan Direktorat Operasi. Seorang karyawan yang lembur kerja di daerah pertambangan, harus memperoleh ijin kerja lembur dari supervisornya (Direktorat Operasi), dimana besarnya uang lembur dan jumlah jam lembur akan ditentukan dan dikelola oleh manajer personalia (Direktorat SDM), dengan pembayaran uang lembur yang akan ditangani oleh staf bagian penggajian karyawan (Direktorat Keuangan). Secara langsung, pengenalan aplikasi baru ini akan merubah cara kerja beberapa direktorat sekaligus. Proses dan prosedur kerja secara efisien dan efektif akan tercapai jika ketiga direktorat di atas terintegrasi dengan baik. Untuk jenis perubahan “internal integration” ini, manfaat yang didapatkan akan lebih besar dibandingkan dengan “localised exploitation” karena sudah melibatkan beberapa fungsi dalam organisasi. Demikian pula dengan resiko yang dihadapi akan lebih besar, mengingat mengintegrasikan beberapa buah fungsi organisasi yang memiliki karakteristik dan obyektivitas berbeda bukanlah suatu hal yang mudah.
Jenis perubahan berikutnya yang sangat populer saat ini adalah “business process redesign” atau yang lebih dikenal dengan BPR atau “Business Process Reengineering”. Teori Michael Hammer dan James Champy, yang digabung dengan kerangka value chain Michael Porter, telah mengilhami perusahaan untuk mengadakan perubahan besar-besaran dan secara mendasar. Karena perusahaan akan melakukan transformasi besar-besaran di sini, maka resiko yang dihadapi juga sangatlah besar.
Tercatat dalam statistik terakhir bahwa 80% dari program BPR mengalami kegagalan. Namun seperti istilah “high risk high return” mengatakan, dari 20% perusahaan yang berhasil menjalani program BPR dengan sukses, manfaat atau benefit yang diperoleh pun tidak kepalang tanggung! Ada yang sanggup meningkatkan pendapatan-nya (revenue) hingga 100%, ada yang langsung menjadi market leader, ada yang frekuensi transaksi dan volume penjualannya meningkat sangat tajam, dan keberhasilan lainnya. Dilihat dari kacamata sistem informasi, aplikasi-aplikasi seperti ERP (Enterprise Resource Planning) dan Sistem Informasi Korporat lainnya merupakan salah satu komponen utama (change driver) yang memicu perusahaan untuk melakukan program BPR. Sebutlah aplikasi seperti SAP, BAAN, Oracle, PeopleSoft, yang merupakan perangkat lunak paling laku di pasaran. Perubahan mendasar yang dimaksud dalam BPR adalah tidak hanya membatasi diri pada pembagian fungsi atau proses di dalam perusahaan, tetapi lebih dari itu. Bahkan ada perusahaan yang harus mendefinisikan ulang bisnis yang akan digelutinya (visi dan misi usaha).
“Business Network Redesign” adalah suatu jenis perubahan yang mulai menjadi fenomena di abad globalisasi informasi saat ini. Perusahaan akan sukses di masa-masa ini jika menspesialisasikan diri pada suatu proses tertentu (fokus). Dalam proses penciptaan produk atau jasa yang ditawarkan, tentu saja banyak sekali rekanan bisnis (business partners) yang diajak untuk bekerja sama, baik secara langsung (sebagai supplier bahan mentah, pendistribusi produk, agen pemasaran, dsb.) maupun tidak langsung (pemasok alatalat kantor, kebutuhan sehari-hari karyawan, dsb.). Semangat “collaboration for competition” merupakan hal yang menjadi sangat umum saat ini dimana kunci keberhasilannya adalah terletak pada jaringan yang dimiliki suatu perusahaan dengan rekanan bisnisnya. Biasanya yang terjadi pada perubahan ini adalah masalah komunikasi antar rekanan bisnis.
Produk-produk teknologi informasi berbasis internet, intranet, dan ekstranet merupakan tulang punggung dalam jaringan kerja ini. Tentu saja derajat transformasi yang akan dialami perusahaan akan semakin besar, karena bisa dibayangkan tingkat kompleksitas penyusunan proses dan prosedur untuk beberapa perusahaan yang ingin bekerja dalam proses penciptaan produk-produk baru. Lepas dari resiko kegagalan yang cukup “tinggi”, keberhasilan menjalin jaringan bisnis secara efektif akan mendatangkan dampak positif yang signifikan untuk masing-masing perusahaan yang berkerja sama.
Jenis perubahan terakhir yang resikonya tertinggi namun dampak yang dihasilkan akan sangat besar adalah “business scope redefinition”. Singkatnya adalah perubahan ini disebabkan karena kemajuan teknologi informasi yang tercanggih (state-of-the-art) menawarkan kesempatan (opportunity) baru bagi perusahaan untuk menciptakan jenis-jenis produk atau pelayanan yang lain dari pada yang lain. Namun syarat utamanya adalah bahwa bisnis harus mengikuti teknologi informasi, bukan sebaliknya. Seorang praktisi manajemen mengatakan: “Mungkin baru di era ini seseorang dapat menjalankan bisnis atau usahanya tanpa harus memiliki asset seperti tanah, gedung, peralatan kantor, atau bahkan karyawan! Dengan berbekal seperangkat PC (personal computer) yang terkoneksi dengan jaringan internet, seorang individu sudah dapat menawarkan produknya ke sekian juta calon pelanggan di seluruh dunia…”. Tengoklah seorang Amerika yang hanya berbekal ruangan 3×3 meter persegi dapat menghasilkan pendapatan individu sebesar US$10,000 per bulan hanya dengan menjalankan bisnis perantara pengiriman bunga di seluruh dunia.
Sudah banyak perusahaan yang melakukan transformasi besar-besaran dengan menggunakan kerangka manajemen perubahan “business scope redefinition”. Bank internet pertama lahir di benua Eropa dimana bank yang bersangkutan “benar-benar” tidak memiliki gedung untuk menjalankan bisnisnya.
Tentu saja resikonya cukup besar, karena selain harus merubah cara berfikir (mindset) dalam melihat kesempatan bisnis di cyber space, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat harus selalu dapat diantisipasi oleh perusahaan tersebut dengan cara mengadaptasikannya secepat mungkin. Kecenderungan yang terjadi adalah bahwa akan menjamurnya perusahaan yang mentransformasikan dirinya menjadi perusahaan pelayanan murni, dimana secara internal manajemen dan stafnya (dengan jumlah armada yang relatif sedikit) hanya akan berfungsi mengatur perjalanan produknya (flow of goods) dari satu tempat ke tempat lain, sampai ke tangan pelanggan.
Seperti terlihat pada grafik di atas, para pakar dari MIT mengusulkan pendekatan evolusi untuk dua jenis perubahan yang pertama, dan pendekatan revolusi untuk tiga manajemen perubahan terakhir. Namun tentu saja hal ini tidak mutlak untuk dilakukan, tetapi baik sebagai pertimbangan karena didasarkan pada pengalaman beberapa perusahaan. Kunci mengelola perubahan adalah terletak pada pola pikir (mindset) dari seluruh SDM perusahaan yang terlibat. Agak sulit, terutama bagi negara berkembang, untuk memahami pola pikir manajemen perubahan seperti BPR yang sangat populer di negara-negara maju. Faktor utamanya adalah kesiapan SDM dalam menghadapi perubahan drastis tersebut. Tidaklah aneh jika fenomena yang terjadi di negara berkembang cenderung pada perubahan yang bersifat evolusioner sebagai konsekuensi masuknya teknologi informasi sebagai salah satu komponen penting abad ini. Dan tentu saja, kemauan dan kesediaan untuk berubah (“willingness to change and to act”) merupakan kunci lainnya di samping pola pikir baru yang harus mulai ditanamkan di kepala para generasi muda penerus.
Mengapa generasi muda? Karena banyak para pengambil keputusan saat ini (terutama di negara berkembang) tidak mau aktif dalam mempelajari kemajuan teknologi. Bagi mereka sistem informasi tidak ada bedanya dengan teknologi informasi yang mereka setarakan dengan pengertian komputer, alat untuk mengetik dan membuat laporan.
Tip Berburu Bisnis Plan
Awal tahun lalu, saya dan beberapa teman-teman “bertapa” untuk menyusun business plan. Honestly, ini bukan pertama kali saya sendiri menyusun business plan. Tapi terus terang, saya lebih banyak melakukan eksplorasi berdasarkan keliaran dan kemerdekaan pemikiran saya, dan relatif jarang didasari oleh dasar tertentu.
Hal ini ternyata menyulitkan karena apa yang saya pahami, saya lihat, belum tentu sama dengan apa yang dipahami orang lain. Untuk itu, diperlukan “bahasa semesta” yang dimengerti oleh orang banyak. Oleh karena itu, beberapa bulan sebelum yearly meeting di kantor, saya melakukan eksplorasi dokumentasi tentang bagaimana menyusun business plan yang baik.
Saya ingin share disini.
Kenapa?.
Tidak jarang, dan mungkin relatif banyak, rekan-rekan yang memulai business seperti saya melakukan hal yang sama: Tidak melakukan perencanaan usaha dengan matang. Mencoba untuk mengalir begitu saja. Padahal, ketika kita ingin mengembangkan usaha, mencari investor, ingin melibatkan dunia perbankan untuk mendanai aktifitas bisnis kita, maka semua akan berpulang pada business plan yang kita susun. Dan ditahap ini, sepertinya juga yang saya alami, kita kesulitan untuk menjelaskan bahwa bisnis kita ini layak untuk didukung.
Penjelasan argumentatif sekalipun tidak cukup untuk memberikan kekuatan bahwa bisnis yang kita jalani memiliki prospek yang cerah. Kadang, kita terlalu egois dengan keyakinan kita, sementara kita kesulitan untuk membahasakan dengan “bahasa investor”, “bahasa perbankan” ataupun “bahasa client”. Ini yang harus kita bangun sebelum semuanya terlambat.
Ada hukum dasar yang menurut saya harus kita sadari, suka atau tidak suka. Bicara bisnis maka kita akan bicara tentang untung dan rugi. Dan ketika kita mencoba untuk “merayu” pihak lain untuk terlibat dalam bisnis kita, maka kita harus mengacu pada konsepsi ini. Intinya, tidak ada orang yang ingin terlibat dalam sebuah usaha yang tidak terukur, dan tidak mampu menjelaskan keuntungan apa yang akan diperoleh.
Penyusunan business plan tentu bukan saja terkait tentang menghadirkan investor atau mengundang dunia perbankan. Secara lebih mendasar, menyusun business plan justru dibutuhkan dalam konteks internal. Agar kita benar-benar memiliki arah dalam menjalankan usaha, terukur, terencana dengan baik. Business plan juga akan menjadi “controlling tools” bagi kita, apakah dalam perjalanannya nanti, bisnis kita berada dalam koridor yang benar.
Terutama dalam business yang bersifat relatif baru, penuh dengan kreatifitas, business plan justru semakin dibutuhkan.
Kenapa?
Karena ada pergeseran dalam memahami usaha itu sendiri. Karena konsepsinya sendiri telah bergeser, paradigma usaha telah mengalami perubahan, generasinya pun telah berubah. Celakanya, orang-orang yang memiliki uang/dana, para pengambil kebijakan, secara umum berada dalam generasi yang berbeda dengan generasi kita saat ini.
Ini adalah tantangan bagi para enterpreneur muda, untuk meyakinkan pihak-pihak “beda generasi” tersebut agar bisa melihat perspektif yang ingin kita sampaikan. Sesuatu yang mungkin kurang terjamah dalam khasamah pemahaman mereka. Disinilah, sebuah business plan menjadi sangat signifikan.
Dari eksplorasi yang saya lakukan atas bantuan Prof. Google, saya mengambil berapa poin penting. Sangat banyak situs yang menjelaskan bagaimana membuat business plan, mulai dari yang sederhana sampai yang complicated. Saya hanya mencoba untuk mengambil beberapa key point nya saja, secara umum.
1. Roles of Business Plan
Secara umum, role of business plan adalah bagaimana “mengolah” technical input menjadi economic output. Artinya, kita menterjemahkan potensi teknis kita (keahlian, produk etc) menjadi keluaran ekonomi (proyeksi keuntungan, market, etc).
2. Structure of Business Plan
1. Introduction : Adalah item yang berisikan deskripsi dokumen, Untuk siapa dokumen ini dibuat, Kenapa orang harus membacanya, Siapa dan kapan dibuat, langkah-langkah yang dilakukan, dll.
2. Table of Content : Daftar isi dari dokumen yang kita buat
3. Fact Sheet : Berisikan informasi data-data perusahaan : Nama perusahaan, Struktur legal, Lokasi, Ukuran usaha, Nilai investasi, ROI (return of investment), Promoter, Auditor,etc
4. Executive Summary: Penjelasan singkat tentang setiap langkah dari rencana dan profil perusahaan dalam bentuk narasi : visi misi, tujuan, etc
5. Business Concept : Berisikan konsep-konsep yang akan kita jalankan dalam usaha: Unique Selling Proposition, Ide dasar, Nilai beda kita dengan pebisnis lain, oportunity yang bisa didapat, kesesuaian dengan visi dan misi perusahaan dll
6. Market Analysis : Penjelasan dan analisa mengenai situasi pasar : Pelanggan, pesaing, proses distribusi, dan promosi
7. Operation : Menjelaskan tentang proses produksi : Input, Proses, Output
8. Financials : Menjelaskan tentang situasi keuangan perusahaan yang terdiri dari : Income statement, Balance sheet, Cash flow, dan ratio
9. Organization : Menjelaskan tentang organisasi perusahaan : Kepemilikan/komisaris, Direksi, Staf-staf kunci. Dijelaskan pula posisi, tingkat pendidikan, pengalaman, success story, potensi masa depan dan data-data lain yang sekiranya menguatkan
10. Legal : menjelaskan aspek legal/hukum dari usaha yang dijalankan
3. Tips
Ada tips-tips sederhana yang perlu menjadi catatan dalam penyusunan business plan :
1. Mudah dimengerti, 1 tujuan, tercapai dengan cepat
2. Menggunakan sedikit kalimat, tidak hanya singkat tapi efisien
3. Tujuan jelas, hanya menyampaikan fakta dan ide yang relevan
4. Menarik, mudah dimengerti, menggunakan gambar dan grafik
5. Kata-kata yang sederhana dan disususun dengan model “conversation” atau komunikasi yang interaktif
6. Membawa nuansa optimis dan positif
7. Mengarahkan keputusan pembaca, menegaskan itikad baik kita, mendemonstrasikan pengetahuan dan skill
8. Hindari membuat statement yang tidak mendukung fakta
9. Didukung data2 nyata,
10. Obyektifitas dan sumber informasi yang berkualitas
Terkait penyusunan business plan diatas, saya sendiri masih harus memahami banyak hal, terutama terkait faktor finansial.
Kuliah singkat dengan bu enny beberapa waktu yang lalu sangat membantu saya dalam memahami poin-poin diatas. Silahkan tanya ke pakarnya langsung tentang item ini.
Bagaimana menurut anda?
Tulisan ini jelas hanya hasil analisa dan eksplorasi sederhana saya yang masih jauh dari kesempurnaan. Masukan dan diskusi tentu akan lebih memperkuat tulisan ini dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.
Beberapa referensi yang bisa dibaca :
http://www.odu.edu/bpa/boaectr/businessplan.htm
http://www.myownbusiness.org/s2/
http://www.sba.gov/smallbusinessplanner/plan/writeabusinessplan/SERV_WRRITINGBUSPLAN.html
http://www.planware.org/businessplan.htm
http://www.investorbusinessplan.com/business-plan-format.html
http://www.businessplanarchive.org/
http://www.bplans.com/
http://www.soros.org/openaccess/oajguides/html/OAJGuideBPSuppl_Ed.1.htm
Ref: http://www.edo.web.id/wp/2008/01/28/membuat-business-plan-sederhana/
Hal ini ternyata menyulitkan karena apa yang saya pahami, saya lihat, belum tentu sama dengan apa yang dipahami orang lain. Untuk itu, diperlukan “bahasa semesta” yang dimengerti oleh orang banyak. Oleh karena itu, beberapa bulan sebelum yearly meeting di kantor, saya melakukan eksplorasi dokumentasi tentang bagaimana menyusun business plan yang baik.
Saya ingin share disini.
Kenapa?.
Tidak jarang, dan mungkin relatif banyak, rekan-rekan yang memulai business seperti saya melakukan hal yang sama: Tidak melakukan perencanaan usaha dengan matang. Mencoba untuk mengalir begitu saja. Padahal, ketika kita ingin mengembangkan usaha, mencari investor, ingin melibatkan dunia perbankan untuk mendanai aktifitas bisnis kita, maka semua akan berpulang pada business plan yang kita susun. Dan ditahap ini, sepertinya juga yang saya alami, kita kesulitan untuk menjelaskan bahwa bisnis kita ini layak untuk didukung.
Penjelasan argumentatif sekalipun tidak cukup untuk memberikan kekuatan bahwa bisnis yang kita jalani memiliki prospek yang cerah. Kadang, kita terlalu egois dengan keyakinan kita, sementara kita kesulitan untuk membahasakan dengan “bahasa investor”, “bahasa perbankan” ataupun “bahasa client”. Ini yang harus kita bangun sebelum semuanya terlambat.
Ada hukum dasar yang menurut saya harus kita sadari, suka atau tidak suka. Bicara bisnis maka kita akan bicara tentang untung dan rugi. Dan ketika kita mencoba untuk “merayu” pihak lain untuk terlibat dalam bisnis kita, maka kita harus mengacu pada konsepsi ini. Intinya, tidak ada orang yang ingin terlibat dalam sebuah usaha yang tidak terukur, dan tidak mampu menjelaskan keuntungan apa yang akan diperoleh.
Penyusunan business plan tentu bukan saja terkait tentang menghadirkan investor atau mengundang dunia perbankan. Secara lebih mendasar, menyusun business plan justru dibutuhkan dalam konteks internal. Agar kita benar-benar memiliki arah dalam menjalankan usaha, terukur, terencana dengan baik. Business plan juga akan menjadi “controlling tools” bagi kita, apakah dalam perjalanannya nanti, bisnis kita berada dalam koridor yang benar.
Terutama dalam business yang bersifat relatif baru, penuh dengan kreatifitas, business plan justru semakin dibutuhkan.
Kenapa?
Karena ada pergeseran dalam memahami usaha itu sendiri. Karena konsepsinya sendiri telah bergeser, paradigma usaha telah mengalami perubahan, generasinya pun telah berubah. Celakanya, orang-orang yang memiliki uang/dana, para pengambil kebijakan, secara umum berada dalam generasi yang berbeda dengan generasi kita saat ini.
Ini adalah tantangan bagi para enterpreneur muda, untuk meyakinkan pihak-pihak “beda generasi” tersebut agar bisa melihat perspektif yang ingin kita sampaikan. Sesuatu yang mungkin kurang terjamah dalam khasamah pemahaman mereka. Disinilah, sebuah business plan menjadi sangat signifikan.
Dari eksplorasi yang saya lakukan atas bantuan Prof. Google, saya mengambil berapa poin penting. Sangat banyak situs yang menjelaskan bagaimana membuat business plan, mulai dari yang sederhana sampai yang complicated. Saya hanya mencoba untuk mengambil beberapa key point nya saja, secara umum.
1. Roles of Business Plan
Secara umum, role of business plan adalah bagaimana “mengolah” technical input menjadi economic output. Artinya, kita menterjemahkan potensi teknis kita (keahlian, produk etc) menjadi keluaran ekonomi (proyeksi keuntungan, market, etc).
2. Structure of Business Plan
1. Introduction : Adalah item yang berisikan deskripsi dokumen, Untuk siapa dokumen ini dibuat, Kenapa orang harus membacanya, Siapa dan kapan dibuat, langkah-langkah yang dilakukan, dll.
2. Table of Content : Daftar isi dari dokumen yang kita buat
3. Fact Sheet : Berisikan informasi data-data perusahaan : Nama perusahaan, Struktur legal, Lokasi, Ukuran usaha, Nilai investasi, ROI (return of investment), Promoter, Auditor,etc
4. Executive Summary: Penjelasan singkat tentang setiap langkah dari rencana dan profil perusahaan dalam bentuk narasi : visi misi, tujuan, etc
5. Business Concept : Berisikan konsep-konsep yang akan kita jalankan dalam usaha: Unique Selling Proposition, Ide dasar, Nilai beda kita dengan pebisnis lain, oportunity yang bisa didapat, kesesuaian dengan visi dan misi perusahaan dll
6. Market Analysis : Penjelasan dan analisa mengenai situasi pasar : Pelanggan, pesaing, proses distribusi, dan promosi
7. Operation : Menjelaskan tentang proses produksi : Input, Proses, Output
8. Financials : Menjelaskan tentang situasi keuangan perusahaan yang terdiri dari : Income statement, Balance sheet, Cash flow, dan ratio
9. Organization : Menjelaskan tentang organisasi perusahaan : Kepemilikan/komisaris, Direksi, Staf-staf kunci. Dijelaskan pula posisi, tingkat pendidikan, pengalaman, success story, potensi masa depan dan data-data lain yang sekiranya menguatkan
10. Legal : menjelaskan aspek legal/hukum dari usaha yang dijalankan
3. Tips
Ada tips-tips sederhana yang perlu menjadi catatan dalam penyusunan business plan :
1. Mudah dimengerti, 1 tujuan, tercapai dengan cepat
2. Menggunakan sedikit kalimat, tidak hanya singkat tapi efisien
3. Tujuan jelas, hanya menyampaikan fakta dan ide yang relevan
4. Menarik, mudah dimengerti, menggunakan gambar dan grafik
5. Kata-kata yang sederhana dan disususun dengan model “conversation” atau komunikasi yang interaktif
6. Membawa nuansa optimis dan positif
7. Mengarahkan keputusan pembaca, menegaskan itikad baik kita, mendemonstrasikan pengetahuan dan skill
8. Hindari membuat statement yang tidak mendukung fakta
9. Didukung data2 nyata,
10. Obyektifitas dan sumber informasi yang berkualitas
Terkait penyusunan business plan diatas, saya sendiri masih harus memahami banyak hal, terutama terkait faktor finansial.
Kuliah singkat dengan bu enny beberapa waktu yang lalu sangat membantu saya dalam memahami poin-poin diatas. Silahkan tanya ke pakarnya langsung tentang item ini.
Bagaimana menurut anda?
Tulisan ini jelas hanya hasil analisa dan eksplorasi sederhana saya yang masih jauh dari kesempurnaan. Masukan dan diskusi tentu akan lebih memperkuat tulisan ini dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.
Beberapa referensi yang bisa dibaca :
http://www.odu.edu/bpa/boaectr/businessplan.htm
http://www.myownbusiness.org/s2/
http://www.sba.gov/smallbusinessplanner/plan/writeabusinessplan/SERV_WRRITINGBUSPLAN.html
http://www.planware.org/businessplan.htm
http://www.investorbusinessplan.com/business-plan-format.html
http://www.businessplanarchive.org/
http://www.bplans.com/
http://www.soros.org/openaccess/oajguides/html/OAJGuideBPSuppl_Ed.1.htm
Ref: http://www.edo.web.id/wp/2008/01/28/membuat-business-plan-sederhana/
TIP BERBURU PERENCANAAN BISNIS
Business Plan (BP) pada dasarnya adalah deskripsi tertulis mengenai masa depan bisnis, yang menjelaskan APA dan BAGAIMANA rencananya. BP biasanya digunakan oleh wiraswastawan yang sedang mencari calon investor untuk menyampaikan visi mereka kepada calon investor. BP juga sering kali digunakan oleh perusahaan untuk menarik karyawan penting, prospek bisnis baru, berhubungan dengan supplier, atau bahkan hanya untuk diberikan kepada siapapun agar mereka lebih mengerti bagaimana mengelola perusahaan secara lebih baik.
BP pada umumnya terdiri dari Tujuan bisnis, Strategi yang digunakan untuk mencapainya, Masalah potensial yang kira-kira akan dihadapi dan cara mengatasinya, Struktur organisasi (termasuk jabatan dan tanggung jawab), dan Modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan dan bagaimana mempertahankannya sampai mencapai break even.
Menarik tidaknya sebuah BP juga tergantung pada bagaimana cara menulis dan menyusunnya. Seringkali kita memiliki ide bisnis yang brilian, namun belepotan dalam mengungkapkannya dalam bentuk BP. Sebuah perencanaan Bisnis akan baik apabila mengikuti pedoman yang telah disepakati secara umum dalam dunia bisnis, baik dari segi susunan maupun isi.
Ada 3 bagian utama dari sebuah Perencanaan Bisnis:
1. Konsep Bisnis, yang menjelaskan secara rinci industri yang digeluti, struktur bisnis, produk dan jasa yang ditawarkan dan bagaimana rencana untuk mensukseskan bisnis.
2. Market, yang membahas dan menganalisa konsumen potensial: siapa dan dimana mereka berada, apa yang menyebabkan mereka mau membeli, dan lain-lain. Dalam bagian ini, juga perlu menjelaskan persaingan yang akan dihadapi dan bagaimana memposisikan diri untuk memenangkannya.
3. Finansial, mencakup estimasi pendapatan dan arus kas, neraca serta rasio keuangan lainnya, seperti analisis break even. Untuk ini mungkin akan memerlukan bantuan seorang akuntan dan program software spreadsheet yang bagus.
Ketiga bagian tersebut dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi, menjadi 7 komponen kunci:
1. Executive summary
2. Deskripsi Bisnis
3. Strategi pasar
4. Analisis kompetitif
5. Rencana Desain dan Pengembangan
6. Rencana Operasi dan Manajemen
7. Faktor-faktor keuangan
Panjang pendeknya sebuah BP sangatlah tergantung fungsi perencanaan bisnis itu sendiri. Biasanya BP setebal 15 – 20 halaman. Namun jika mengajukan sebuah bisnis baru atau bahkan industri baru, maka akan memerlukan penjelasan lebih untuk menyampaikannya, bahkan mungkin sampai 100 halaman lebih.
Demikian pula jika membutuhkan jutaan dolar sebagai modal untuk memulai suatu usaha yang beresiko, maka akan perlu untuk menyediakan banyak penjelasan untuk meyakinkan.
Namun jika hanya ingin menggunakan perencanaan tersebut untuk tujuan internal, untuk mengatur bisnis, maka sebuah versi singkat sudah cukup memadai.
BP pada umumnya terdiri dari Tujuan bisnis, Strategi yang digunakan untuk mencapainya, Masalah potensial yang kira-kira akan dihadapi dan cara mengatasinya, Struktur organisasi (termasuk jabatan dan tanggung jawab), dan Modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan dan bagaimana mempertahankannya sampai mencapai break even.
Menarik tidaknya sebuah BP juga tergantung pada bagaimana cara menulis dan menyusunnya. Seringkali kita memiliki ide bisnis yang brilian, namun belepotan dalam mengungkapkannya dalam bentuk BP. Sebuah perencanaan Bisnis akan baik apabila mengikuti pedoman yang telah disepakati secara umum dalam dunia bisnis, baik dari segi susunan maupun isi.
Ada 3 bagian utama dari sebuah Perencanaan Bisnis:
1. Konsep Bisnis, yang menjelaskan secara rinci industri yang digeluti, struktur bisnis, produk dan jasa yang ditawarkan dan bagaimana rencana untuk mensukseskan bisnis.
2. Market, yang membahas dan menganalisa konsumen potensial: siapa dan dimana mereka berada, apa yang menyebabkan mereka mau membeli, dan lain-lain. Dalam bagian ini, juga perlu menjelaskan persaingan yang akan dihadapi dan bagaimana memposisikan diri untuk memenangkannya.
3. Finansial, mencakup estimasi pendapatan dan arus kas, neraca serta rasio keuangan lainnya, seperti analisis break even. Untuk ini mungkin akan memerlukan bantuan seorang akuntan dan program software spreadsheet yang bagus.
Ketiga bagian tersebut dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi, menjadi 7 komponen kunci:
1. Executive summary
2. Deskripsi Bisnis
3. Strategi pasar
4. Analisis kompetitif
5. Rencana Desain dan Pengembangan
6. Rencana Operasi dan Manajemen
7. Faktor-faktor keuangan
Panjang pendeknya sebuah BP sangatlah tergantung fungsi perencanaan bisnis itu sendiri. Biasanya BP setebal 15 – 20 halaman. Namun jika mengajukan sebuah bisnis baru atau bahkan industri baru, maka akan memerlukan penjelasan lebih untuk menyampaikannya, bahkan mungkin sampai 100 halaman lebih.
Demikian pula jika membutuhkan jutaan dolar sebagai modal untuk memulai suatu usaha yang beresiko, maka akan perlu untuk menyediakan banyak penjelasan untuk meyakinkan.
Namun jika hanya ingin menggunakan perencanaan tersebut untuk tujuan internal, untuk mengatur bisnis, maka sebuah versi singkat sudah cukup memadai.
Monday, September 6, 2010
TIP BERBURU MOTIVASI USAHA SENDIRI
1, meninggalkan zona kenyamanan
Memotivasi diri terus-menerus menantang. Hati-hati terhadap diri mereka sendiri, dan tidak berbohong di zona kenyamanan. Comfort Zone adalah surga, bukan rumah yang nyaman. Hanya pikiran Anda siap menghadapi tantangan berikutnya sebelum sengaja tempat santai dan sembuh.
2, memahami emosional
Ketika orang bahagia, perubahan yang indah akan terjadi in vivo, yang diperoleh dari kartu akuisisi gambar lagi dan dorongan baru dan kekuatan. Namun, tidak selalu ingin menyenangkan di luar sendiri. Jangan membuat Anda bahagia di tempat lain di tubuh Anda. Oleh karena itu, mengidentifikasi sentimen mereka agar terinspirasi.
3, untuk meningkatkan tujuan
Banyak orang terkejut menemukan bahwa alasan mereka berusaha mencapai tujuan mereka setelah, karena tujuan mereka adalah terlalu kecil dan tidak jelas, sehingga mereka kehilangan kekuasaan. Jika tujuan utama Anda kartu akuisisi citra tidak dapat merangsang imajinasi Anda, tujuan akan terlihat di mana pun. Jadi, benar-benar mendorong Anda untuk membuat kemajuan adalah untuk membentuk suatu ambisi baik ambisius dan spesifik.
4, memperkuat rasa urgensi
Dari abad AnaisNin 20 (A Nice) telah menulis: "berkubang dalam hidup, orang tidak takut mati. Sejak bahwa kehidupan lama tidak baik bagi Anda untuk menikmati hidup. Namun, kebanyakan orang mengabaikan ini dan berpura-pura bahwa hidup mereka akan benar-benar tidak ada peregangan. Hanya tingkah hari, kami akan merencanakan penyebab utama dari tujuan kami dan impian iman mereka di enisWaitley (Dennis) menyebutnya "pulau fantasi" menjadi lautan besar. Bahkan, menghadapi kematian tidak mungkin harus menunggu sampai saat mati hidup habis. Bahkan, jika kita secara realistis bisa membayangkan mati, akan menghasilkan rasa terbarukan dari ekstrem bertemu, ini adalah langkah pertama dalam membentuk diri.
5, selain tidak tepat teman
Bagi mereka yang tidak mendukung tujuan Anda "teman", untuk menjaga jarak hormat. kontak Anda akan mengubah hidup Anda. Berhubungan dengan sinis, mereka akan menarik Anda tenggelam. Membuat orang-orang yang ingin Anda orang yang bahagia dan sukses, Anda dalam mengejar kebahagiaan dan kesuksesan di jalan menuju langkah yang paling penting. Menular antusiasme untuk hidup. Oleh karena itu, orang dengan optimisme yang sama memungkinkan kita untuk melihat harapan lebih dalam hidup.
6, untuk memenuhi rasa takut
rahasia di dunia yang paling rahasia adalah bahwa ketakutan gambar kartu akuisisi atas adalah beberapa jenis keamanan diantar hal berguna. Bahkan mengatasi ketakutan kecil, akan meningkatkan kepercayaan diri dalam kemampuan untuk menciptakan kehidupan mereka sendiri. Jika Anda selalu ingin menghindari rasa takut, mereka akan mengejar kami seperti gila, seperti. Pada titik ini, yang paling menakutkan dari mata tertutup dan pura-pura tidak ada.
7 penyesuaian, tepat waktu rencana
Tujuan ini tidak mudah dan jalan. Selalu menunjukkan garis bergelombang, ada pasang surut sejak. Tapi Anda bisa mengatur sendiri break poin. Lihat jadwal Anda di muka, kotak keluar Anda rileks, menyesuaikan, sembuh waktu. Bahkan jika Anda merasa baik, memiliki program penyesuaian yang baik. Ini adalah bijaksana. Puncak dalam karir mereka, titik istirahat untuk memberikan pengaturan mereka sendiri. Pengaturan, untuk waktu yang lama untuk dirimu retret ini, bahkan harus meninggalkan pekerjaan mereka cinta begitu. Satu-satunya cara Anda dapat kembali masuk kerja lebih semangat.
8, keberanian untuk menghadapi kesulitan
Setiap solusi untuk masalah. Keduanya sangat diperlukan. Sulit bagi aktivis mental yang, tapi bidang persaingan ketat. Gerakan nyata selalu melihat ke depan untuk kompetisi. Jika kesulitan sebagai kutukan sendiri, sulit untuk menemukan motivasi dalam hidup. Jika Anda belajar untuk memahami kesulitan peluang, Anda secara alami akan memaksa Dousheng.
9, pertama-tama merasa baik
Kebanyakan orang berpikir bahwa setelah Anda mencapai tujuan, orang akan merasa santai. Tapi masalahnya adalah Anda tidak pernah dapat mencapai tujuan mereka. Ambil suka hal-hal yang belum sama saja dengan perampasan kekuasaan mereka untuk menciptakan kebahagiaan. Ingat, kebahagiaan adalah hak alamiah. Pertama-tama kita harus memiliki perasaan yang baik, itu membuat dirinya dalam membentuk seluruh perjalanan penuh kebahagiaan diri, tidak sukses lagi sampai menit terakhir untuk merasakan sukacita mereka sendiri.
10, memperkuat latihan
Pertama "latihan" daripada harus menghadapi pertempuran Hui rumit. Jika Anda sudah mendapat sulit mereka hidup dan ragu-ragu mereka mungkin ingin memilih item lebih sulit dilakukan di muka. Makhluk hidup yang menantang Anda, Anda pasti dapat digunakan untuk menantang diri. Dengan cara ini, Anda dapat membuka sebuah keberhasilan sendiri. Arti sebenarnya kesuksesan: semakin menuntut mereka sendiri, lebih toleran terhadap kehidupan Anda; toleran lebih dari kehidupan mereka kepada Anda lebih keras.
11 di masa sekarang
Latihan kemampuan mereka untuk bertindak segera. 。 Penuh penggunaan kognitif yang ada. Jangan tenggelam dalam masa lalu, jangan kecanduan masa depan, kita harus fokus pada hari ini. Tentu saja, punya mimpi, tujuan perencanaan dan pembangunan untuk menciptakan waktu. Namun, ini semua siap, turun ke bumi kita harus belajar untuk memperhatikan tindakan segera. Kita harus bersatu dalam saat ini seluruh kehidupan.
12, berani bersaing
Kompetisi telah memberi kita pengalaman berharga, apapun cara yang baik gambar kartu akuisisi Anda, selalu ada seseorang di luar orang tersebut. Jadi, Anda perlu belajar kerendahan hati. Bekerja lebih baik daripada yang lain, dan membuat pemahaman yang lebih dalam dari mereka sendiri; bekerja lebih baik daripada yang lain, mereka bergabung dengan kompetisi dalam kehidupan "permainan." Di mana pun, harus ikut serta dalam kompetisi tersebut, tapi selalu penuh dengan perasaan bahagia. Untuk memahami akhirnya jauh melampaui orang lain adalah lebih penting daripada mereka sendiri.
13, mencerminkan sendiri
Kebanyakan orang melalui tayangan orang lain dan persepsi pandang mereka sendiri sendiri. Dapatkan orang lain untuk merenungkan umpan balik baik mereka, terutama yang positif. Namun, kata orang lain saja, gambar-Nya sendiri membangun pribadi pada orang lain, akan menghadapi kendala serius risiko sendiri. Oleh karena itu, hanya kata-kata ini sebagai hiasan dalam hidup mereka sendiri. Permainan catur kehidupan untuk menempatkan sendiri. Jangan mencari diri dari orang lain, kita harus terus meneliti dan bentuk diri.
14, untuk krisis
Kami melakukan segala upaya untuk menginspirasi krisis. Abaikan fenomena ini, kita cenderung begitu bodoh untuk menciptakan kehidupan yang nyaman untuk mengejar upaya untuk merancang cara yang lebih dan lebih santai hidup, kehidupan itu sendiri adalah tenang. Tentu saja, kita tidak harus menunggu kedatangan krisis atau tragedi, tantangan dari diri dalam hidup sumber kekuatan kita. ” Joan of Arc (JoanofArc) berkata: "Hasil dari semua pertempuran pertama menjadi jelas dalam pikiran diri."
15, Seiko dokumen halus
Penciptaan diri, seperti lukisan, seperti lukisan besar, jangan takut dokumen halus indah. Jika ia menganggap dirinya sebagai sebuah karya yang dicat, Anda akan senang untuk membuat perubahan dari sebuah kantor kecil. Sebuah kecil membuat perbedaan, akan membuat Anda bersemangat. Singkatnya, tidak peduli bagaimana perubahan kecil Anda, sedikit kedua adalah penting bagi Anda.
16, tidak takut membuat kesalahan
Kadang-kadang kita tidak melakukan satu hal, karena kita tidak mengerti. Kami merasa "kondisi buruk" atau kekurangan energi, mereka sering harus melakukannya di sisi, atau statis dan inspirasi lainnya datang. Anda tidak dapat melakukan itu. Jika Anda perlu melakukan beberapa hal yang tahu, tapi tidak punya minat, meskipun tidak takut untuk membuat kesalahan. Beri diri Anda sebuah humor yang mencela diri sendiri sedikit. Siapa yang mengambil suasana lucu untuk memperlakukan diri mereka sendiri untuk melakukan hal-hal buruk, sekali dilakukan, meskipun menyenangkan.
Memotivasi diri terus-menerus menantang. Hati-hati terhadap diri mereka sendiri, dan tidak berbohong di zona kenyamanan. Comfort Zone adalah surga, bukan rumah yang nyaman. Hanya pikiran Anda siap menghadapi tantangan berikutnya sebelum sengaja tempat santai dan sembuh.
2, memahami emosional
Ketika orang bahagia, perubahan yang indah akan terjadi in vivo, yang diperoleh dari kartu akuisisi gambar lagi dan dorongan baru dan kekuatan. Namun, tidak selalu ingin menyenangkan di luar sendiri. Jangan membuat Anda bahagia di tempat lain di tubuh Anda. Oleh karena itu, mengidentifikasi sentimen mereka agar terinspirasi.
3, untuk meningkatkan tujuan
Banyak orang terkejut menemukan bahwa alasan mereka berusaha mencapai tujuan mereka setelah, karena tujuan mereka adalah terlalu kecil dan tidak jelas, sehingga mereka kehilangan kekuasaan. Jika tujuan utama Anda kartu akuisisi citra tidak dapat merangsang imajinasi Anda, tujuan akan terlihat di mana pun. Jadi, benar-benar mendorong Anda untuk membuat kemajuan adalah untuk membentuk suatu ambisi baik ambisius dan spesifik.
4, memperkuat rasa urgensi
Dari abad AnaisNin 20 (A Nice) telah menulis: "berkubang dalam hidup, orang tidak takut mati. Sejak bahwa kehidupan lama tidak baik bagi Anda untuk menikmati hidup. Namun, kebanyakan orang mengabaikan ini dan berpura-pura bahwa hidup mereka akan benar-benar tidak ada peregangan. Hanya tingkah hari, kami akan merencanakan penyebab utama dari tujuan kami dan impian iman mereka di enisWaitley (Dennis) menyebutnya "pulau fantasi" menjadi lautan besar. Bahkan, menghadapi kematian tidak mungkin harus menunggu sampai saat mati hidup habis. Bahkan, jika kita secara realistis bisa membayangkan mati, akan menghasilkan rasa terbarukan dari ekstrem bertemu, ini adalah langkah pertama dalam membentuk diri.
5, selain tidak tepat teman
Bagi mereka yang tidak mendukung tujuan Anda "teman", untuk menjaga jarak hormat. kontak Anda akan mengubah hidup Anda. Berhubungan dengan sinis, mereka akan menarik Anda tenggelam. Membuat orang-orang yang ingin Anda orang yang bahagia dan sukses, Anda dalam mengejar kebahagiaan dan kesuksesan di jalan menuju langkah yang paling penting. Menular antusiasme untuk hidup. Oleh karena itu, orang dengan optimisme yang sama memungkinkan kita untuk melihat harapan lebih dalam hidup.
6, untuk memenuhi rasa takut
rahasia di dunia yang paling rahasia adalah bahwa ketakutan gambar kartu akuisisi atas adalah beberapa jenis keamanan diantar hal berguna. Bahkan mengatasi ketakutan kecil, akan meningkatkan kepercayaan diri dalam kemampuan untuk menciptakan kehidupan mereka sendiri. Jika Anda selalu ingin menghindari rasa takut, mereka akan mengejar kami seperti gila, seperti. Pada titik ini, yang paling menakutkan dari mata tertutup dan pura-pura tidak ada.
7 penyesuaian, tepat waktu rencana
Tujuan ini tidak mudah dan jalan. Selalu menunjukkan garis bergelombang, ada pasang surut sejak. Tapi Anda bisa mengatur sendiri break poin. Lihat jadwal Anda di muka, kotak keluar Anda rileks, menyesuaikan, sembuh waktu. Bahkan jika Anda merasa baik, memiliki program penyesuaian yang baik. Ini adalah bijaksana. Puncak dalam karir mereka, titik istirahat untuk memberikan pengaturan mereka sendiri. Pengaturan, untuk waktu yang lama untuk dirimu retret ini, bahkan harus meninggalkan pekerjaan mereka cinta begitu. Satu-satunya cara Anda dapat kembali masuk kerja lebih semangat.
8, keberanian untuk menghadapi kesulitan
Setiap solusi untuk masalah. Keduanya sangat diperlukan. Sulit bagi aktivis mental yang, tapi bidang persaingan ketat. Gerakan nyata selalu melihat ke depan untuk kompetisi. Jika kesulitan sebagai kutukan sendiri, sulit untuk menemukan motivasi dalam hidup. Jika Anda belajar untuk memahami kesulitan peluang, Anda secara alami akan memaksa Dousheng.
9, pertama-tama merasa baik
Kebanyakan orang berpikir bahwa setelah Anda mencapai tujuan, orang akan merasa santai. Tapi masalahnya adalah Anda tidak pernah dapat mencapai tujuan mereka. Ambil suka hal-hal yang belum sama saja dengan perampasan kekuasaan mereka untuk menciptakan kebahagiaan. Ingat, kebahagiaan adalah hak alamiah. Pertama-tama kita harus memiliki perasaan yang baik, itu membuat dirinya dalam membentuk seluruh perjalanan penuh kebahagiaan diri, tidak sukses lagi sampai menit terakhir untuk merasakan sukacita mereka sendiri.
10, memperkuat latihan
Pertama "latihan" daripada harus menghadapi pertempuran Hui rumit. Jika Anda sudah mendapat sulit mereka hidup dan ragu-ragu mereka mungkin ingin memilih item lebih sulit dilakukan di muka. Makhluk hidup yang menantang Anda, Anda pasti dapat digunakan untuk menantang diri. Dengan cara ini, Anda dapat membuka sebuah keberhasilan sendiri. Arti sebenarnya kesuksesan: semakin menuntut mereka sendiri, lebih toleran terhadap kehidupan Anda; toleran lebih dari kehidupan mereka kepada Anda lebih keras.
11 di masa sekarang
Latihan kemampuan mereka untuk bertindak segera. 。 Penuh penggunaan kognitif yang ada. Jangan tenggelam dalam masa lalu, jangan kecanduan masa depan, kita harus fokus pada hari ini. Tentu saja, punya mimpi, tujuan perencanaan dan pembangunan untuk menciptakan waktu. Namun, ini semua siap, turun ke bumi kita harus belajar untuk memperhatikan tindakan segera. Kita harus bersatu dalam saat ini seluruh kehidupan.
12, berani bersaing
Kompetisi telah memberi kita pengalaman berharga, apapun cara yang baik gambar kartu akuisisi Anda, selalu ada seseorang di luar orang tersebut. Jadi, Anda perlu belajar kerendahan hati. Bekerja lebih baik daripada yang lain, dan membuat pemahaman yang lebih dalam dari mereka sendiri; bekerja lebih baik daripada yang lain, mereka bergabung dengan kompetisi dalam kehidupan "permainan." Di mana pun, harus ikut serta dalam kompetisi tersebut, tapi selalu penuh dengan perasaan bahagia. Untuk memahami akhirnya jauh melampaui orang lain adalah lebih penting daripada mereka sendiri.
13, mencerminkan sendiri
Kebanyakan orang melalui tayangan orang lain dan persepsi pandang mereka sendiri sendiri. Dapatkan orang lain untuk merenungkan umpan balik baik mereka, terutama yang positif. Namun, kata orang lain saja, gambar-Nya sendiri membangun pribadi pada orang lain, akan menghadapi kendala serius risiko sendiri. Oleh karena itu, hanya kata-kata ini sebagai hiasan dalam hidup mereka sendiri. Permainan catur kehidupan untuk menempatkan sendiri. Jangan mencari diri dari orang lain, kita harus terus meneliti dan bentuk diri.
14, untuk krisis
Kami melakukan segala upaya untuk menginspirasi krisis. Abaikan fenomena ini, kita cenderung begitu bodoh untuk menciptakan kehidupan yang nyaman untuk mengejar upaya untuk merancang cara yang lebih dan lebih santai hidup, kehidupan itu sendiri adalah tenang. Tentu saja, kita tidak harus menunggu kedatangan krisis atau tragedi, tantangan dari diri dalam hidup sumber kekuatan kita. ” Joan of Arc (JoanofArc) berkata: "Hasil dari semua pertempuran pertama menjadi jelas dalam pikiran diri."
15, Seiko dokumen halus
Penciptaan diri, seperti lukisan, seperti lukisan besar, jangan takut dokumen halus indah. Jika ia menganggap dirinya sebagai sebuah karya yang dicat, Anda akan senang untuk membuat perubahan dari sebuah kantor kecil. Sebuah kecil membuat perbedaan, akan membuat Anda bersemangat. Singkatnya, tidak peduli bagaimana perubahan kecil Anda, sedikit kedua adalah penting bagi Anda.
16, tidak takut membuat kesalahan
Kadang-kadang kita tidak melakukan satu hal, karena kita tidak mengerti. Kami merasa "kondisi buruk" atau kekurangan energi, mereka sering harus melakukannya di sisi, atau statis dan inspirasi lainnya datang. Anda tidak dapat melakukan itu. Jika Anda perlu melakukan beberapa hal yang tahu, tapi tidak punya minat, meskipun tidak takut untuk membuat kesalahan. Beri diri Anda sebuah humor yang mencela diri sendiri sedikit. Siapa yang mengambil suasana lucu untuk memperlakukan diri mereka sendiri untuk melakukan hal-hal buruk, sekali dilakukan, meskipun menyenangkan.
Thursday, September 2, 2010
Tip Berburu dari Tokoh Sejarah
Membandingkan 2 tokoh besar Cina dijaman dulu sungguh mengasyikan … Sun Tzu dan Cukat Liang atau Khong Beng … 2 tokoh yang hidup dijaman berbeda dan sering melakukan pendekatan yang berbeda ..,
Keduanya berlatar belakang militer, ahli strategi, Sun Tzu dikenal lahir dari keluarga miiter terkenal lahir tahun 544 BC, sedangkan Khong Beng yang hidup sekitar akhir abad ke 2 dijaman Tiga Negara “Sam Kok” justru dari kalangan pemikir yang kemudian menjadi Perdana Mentri [satu dari 6 perdana menteri Cina yang TOP] dengan julukan keren, “Naga Tidur”.
Nama Sun Tzu jauh lebih terkenal dari Khong Beng, tetapi untuk sebagian orang justru cara Khong Beng lebih disukai .. kenapa demikian …
Kalau diihat cara mereka menangani masalah, Sun Tzu cenderung melakukan dengan cara strategi militer seperti diterjemahkan dari “Art of War” nya, bagaimana menerapkan “principle for using forces”, “military methods”, “army procedures” dan beberapa lagi … menerapkan keunggulan strategi bisnis dan dari bukunya ini ternyata sangat cocok dengan metode yang diterapkan oleh umumnya negara Barat sehingga gampang memahaminya nah jadilah gaya Sun Tzu merasuk kesetiap ruang pikiran orang bahwa “Business is War” hehehehe,
Lihat saja contohnya Perusahaan Komputer no 2 didunia tahun 1980an adalah DEC [Digital Equipment Corporation], saat itu dengan pongahnya Ken Olsen, sang founder bilang bahwa PC tidak akan lama hidupnya .. eh yang terjadi 16 tahun kemudian ternyata Compaq yang dikenal awalnya sebagai pembuat PC IBM Clone malah melibas dan mencaplok DEC walau akhirnya HP pun dari belakang mengambil alih Compaq …
Ini contoh yang tepat seperti kata pepatah biarkan musuh-musuh kita bertempur setelah kelelahan baru kita hajar dan mencaploknya, be the winner … wah asyik kan .. tapi kita ya tetap harus waspada dengan musuh baru .. ini salah satu ciri Sun Tzu [menurut saya lho] karena pemenang itu cuma yang no 1 yang selalu diingat orang, jadi no 2 sih nggak bakalan diingat orang [anehnya target team olah raga kita biasanya mendali perak atau perunggu ya, atau yah cari pengalaman gitu].
Bagaimana dengan mbah Khong Beng … lha dia ini mainnya ciamik tenan, gimana caranya menaklukan salah satu musuh ter”ngeyel”nya menjadi pengikut setia … weleeeh … sampai 6 kali tertangkap dilepas lagi akhirnya ya takluk benar, mengabdi dan menjaga wilayah .. mbah Khong Beng punya keuntungan tidak usah parkir prajurit diwilayah itu dan bisa konsentrasi kearea lain.
Mbah kita yang satu ini lebih menonjolkan “Brand Image”, sampai sudah matipun ya mayatnya masih ditakuti musuhnya saat didudukan dikereta perangnya sehingga musuh kaget, lha katanya sudah mati kok masih maju perang .. hebat khan …. cara ini umumnya dilakukan ditimur, walau sekarang banyak orang barat juga ikutan .. kolaborasi, franchise dan sebagainya … kerjasama gitu lah gampangnya … nggak ditangani sendiri … capeek broo … apalagi kalau modal kita cekak …
Cara mana yang mau kita pilih buat ngembangin bisnis kita?, cara Opa Sun Tzu atau kiatnya mbah Khong Beng atau kita kombinasikan?, nah ini dia PR kita … ayoook kerjain PR .
Keduanya berlatar belakang militer, ahli strategi, Sun Tzu dikenal lahir dari keluarga miiter terkenal lahir tahun 544 BC, sedangkan Khong Beng yang hidup sekitar akhir abad ke 2 dijaman Tiga Negara “Sam Kok” justru dari kalangan pemikir yang kemudian menjadi Perdana Mentri [satu dari 6 perdana menteri Cina yang TOP] dengan julukan keren, “Naga Tidur”.
Nama Sun Tzu jauh lebih terkenal dari Khong Beng, tetapi untuk sebagian orang justru cara Khong Beng lebih disukai .. kenapa demikian …
Kalau diihat cara mereka menangani masalah, Sun Tzu cenderung melakukan dengan cara strategi militer seperti diterjemahkan dari “Art of War” nya, bagaimana menerapkan “principle for using forces”, “military methods”, “army procedures” dan beberapa lagi … menerapkan keunggulan strategi bisnis dan dari bukunya ini ternyata sangat cocok dengan metode yang diterapkan oleh umumnya negara Barat sehingga gampang memahaminya nah jadilah gaya Sun Tzu merasuk kesetiap ruang pikiran orang bahwa “Business is War” hehehehe,
Lihat saja contohnya Perusahaan Komputer no 2 didunia tahun 1980an adalah DEC [Digital Equipment Corporation], saat itu dengan pongahnya Ken Olsen, sang founder bilang bahwa PC tidak akan lama hidupnya .. eh yang terjadi 16 tahun kemudian ternyata Compaq yang dikenal awalnya sebagai pembuat PC IBM Clone malah melibas dan mencaplok DEC walau akhirnya HP pun dari belakang mengambil alih Compaq …
Ini contoh yang tepat seperti kata pepatah biarkan musuh-musuh kita bertempur setelah kelelahan baru kita hajar dan mencaploknya, be the winner … wah asyik kan .. tapi kita ya tetap harus waspada dengan musuh baru .. ini salah satu ciri Sun Tzu [menurut saya lho] karena pemenang itu cuma yang no 1 yang selalu diingat orang, jadi no 2 sih nggak bakalan diingat orang [anehnya target team olah raga kita biasanya mendali perak atau perunggu ya, atau yah cari pengalaman gitu].
Bagaimana dengan mbah Khong Beng … lha dia ini mainnya ciamik tenan, gimana caranya menaklukan salah satu musuh ter”ngeyel”nya menjadi pengikut setia … weleeeh … sampai 6 kali tertangkap dilepas lagi akhirnya ya takluk benar, mengabdi dan menjaga wilayah .. mbah Khong Beng punya keuntungan tidak usah parkir prajurit diwilayah itu dan bisa konsentrasi kearea lain.
Mbah kita yang satu ini lebih menonjolkan “Brand Image”, sampai sudah matipun ya mayatnya masih ditakuti musuhnya saat didudukan dikereta perangnya sehingga musuh kaget, lha katanya sudah mati kok masih maju perang .. hebat khan …. cara ini umumnya dilakukan ditimur, walau sekarang banyak orang barat juga ikutan .. kolaborasi, franchise dan sebagainya … kerjasama gitu lah gampangnya … nggak ditangani sendiri … capeek broo … apalagi kalau modal kita cekak …
Cara mana yang mau kita pilih buat ngembangin bisnis kita?, cara Opa Sun Tzu atau kiatnya mbah Khong Beng atau kita kombinasikan?, nah ini dia PR kita … ayoook kerjain PR .
TIP BERBURU WAWANCARA PENGUSAHA
Wimar's World Rabu malam (28 / 3) menghadirkan tiga pengusaha Bob Sadino (pemilik supermarket Kem Chicks), Hadrijanto Satyanegara (PR Manager Patrakom), dan Fred Hehuwat (salah satu pendiri Yayasan ASHOKA Indonesia). Mereka adalah orang-orang yang tidak putus asa bahkan bersemangat, dan memberikan contoh bagi kita. Berikut potongan percakapan mereka dengan Wimar Witoelar.
Empat Pengusaha Modal
Wimar: Dia bilang kau adalah seorang pelaut, lalu bagaimana Anda bisa menjadi pengusaha dengan membuka supermarket?
Bob: Sederhana. Aku dulu bekerja di Belanda dan di sekitar Eropa. Ketika ia kembali ke Indonesia, saya melihat telur telur di sini berbeda dari apa yang saya lihat di Eropa.
Wimar: Apa bedanya?
Bob: berbeda bentuk. Jadi, saya meminta orang mencari ayam yang bisa bertelor.
Wimar: Apakah Anda sudah ahli waktu itu ayam atau telur?
Bob: Salah satu faktor ketika aku menjadi seperti ini karena saya beruntung tidak tahu apa-apa.
Wimar: Apakah Anda memiliki banyak teman di bank yang bisa menyediakan modal?
Bob: Bank hanya untuk menyimpannya
Wimar: Jadi orang tidak benar-benar membutuhkan modal untuk membangun bisnis baru.
Bob: Apa pengertian modal itu? Banyak orang hanya menerjemahkan modal hanya item yang dapat dilihat dan dihitung, hanya uang. Sebenarnya ada modal yang tidak dapat dilihat. Ini modal pegangan bagi seseorang untuk menjadi pengusaha adalah,
Quote:
1. Harus mempunyai kemauan
2. Bertekad untuk
3. Keberanian untuk mengambil risiko. Ada sejuta peluang di luar sana, termasuk di tubuh kita sendiri
Wimar: Bob, saya bertemu dengan begitu banyak orang yang ingin menjadi enterpreuner. Dia bilang itu sangat sulit karena iklim tidak kondusif, peraturan tidak menguntungkan majikan. Bagaimana Bob?
Bob: Ketiga faktor itu tidak dibuat untuk seseorang untuk masuk ke dalam enterpreuner. Faktor keempat adalah Anda jangan cengeng dan tangguh.
Membuat Teknologi
Wimar: Kita beralih ke Hadrijanto. Perusahaan Anda menyediakan sarana telekomunikasi di perusahaan terpencil. Bagaimana perusahaan Anda bisa berbisnis di daerah terpencil?
Hadrijanto: Kami tidak melihat saran peluang usaha dan kendala telekomunikasi, khususnya di luar Jawa. Mereka mempunyai kebutuhan dan terkadang mereka memiliki uang. Telekomunikasi tidak lagi persyaratan tapi sekunder primer. Oleh karena itu, kita berusaha untuk membantu menyediakan fasilitas telekomunikasi di daerah terpencil.
Wimar: Berapa banyak dan di mana misalnya?
Hadrijanto: Di pedalaman Kalimantan Timur, seperti di Samarinda, Tabang. Jika sekarang sudah berjumlah sekitar 150 unit
Wimar: Jadi karena daerah terpencil sehingga mereka harus nirkabel. Jadi, penggunaan satelit.
Hadrijanto: Yeah, kita mengadakan warung telekomunikasi satelit (Wartelsat).
Wimar: Kuncinya di sini dapat mahal, tetapi apa yang saya lakukan dan orang tidak membayar premi. Jadi, siapa yang memberikan dukungan sehingga ini tersedia?
Hadrijanto: Sebenarnya yang mendukung teknologi itu. Kami menggunakan teknologi yang sudah ada. Kita melakukan rekayasa teknologi di dalamnya sehingga kita bisa. Dalam kualitas itu tidak bisa mencapai seperti cyber atau berlangganan, tapi untuk daerah-daerah terpencil sehingga ada fasilitas telekomunikasi yang memadai.
Wimar: Apakah hasil investasi dari uang?
Hadrijanto: Ini mungkin tidak kembali namun kami mencoba untuk mencapai titik impas saja. Itu bagus.
Wimar: Itu mungkin perbedaan antara perusahaan Anda bekerja dengan Bob Sadino. Jika Bob, yang murni pengusaha dan investasi uang kembali. Sedangkan Anda, ada investasi dan kembali dalam bentuk menyenangkan masyarakat.
Pengusaha Sosial ASHOKA
Wimar: Ini adalah ketiga Fred Hehuwat. Dia mendirikan Yayasan ASHOKA Indonesia pada tahun 1983. Saya tahu karena itu membantu mengaturnya, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. ASHOKA menggunakan konsep seorang pengusaha sosial. Apa konsep dan apa yang Ashoka saat ini?
Fred: Kalau kita biasanya mengaitkan dengan kegiatan ekonomi. Itu adalah kelahiran jangka waktu pengusaha Ashoka sosial. Jika kita membandingkan sektor ekonomi dan pembangunan industri sangat maju sektor sosial seperti pendidikan dan kesehatan di belakang. Jika kita melihat kondisi di Indonesia, kondisi sosial sangat parah. Siapa yang akan menangani hal ini? Biasanya kita mengandalkan harapan pemerintah. Kita semua tahu pemerintah banyak keterbatasan. Ketika ada jalan pintas tidak menciptakan situasi semakin tertinggal.
Wimar: Apa orang yang dibina ASHOKA?
Fred: Kita membangun orang-orang yang memiliki program-program kewirausahaan. Awalnya, orang melihat situasi, mengetahui lapangan, punya ide cemerlang, memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, tidak tergantung pada fasilitas, dan sebagainya, maka ide cemerlang bahwa kita akan membantu. Kami mencari orang-orang seperti itu.
Wimar: Berapa banyak orang yang telah dipelihara sejak tahun 1989?
Fred: Sekarang ada sekitar 140 orang di Indonesia.
Wimar: Ini adalah konsep internasional. Jika contoh konsep internasional, kita dapat memahami lebih baik pengusaha sosial?
Fred: Kalau kita melihat pengusaha sosial atas adalah Muhammad Yunus dari Bangladesh dengan Grameen Bank program-Nya yang memenangkan hadiah Nobel. Gagasan yang paling unik dan baik.
Wimar: Ketika saya membaca di brosur Anda, ASHOKA banyak juga bergerak di bidang ini. Bagaimana mengatasi kendala yang terjadi di sana?
Fred: Saya pikir mereka tidak akan menunggu sesuatu tapi melihat situasi. Kemungkinan yang berbeda. Hambatan juga berbeda. Jadi mereka tidak menunggu sesuatu dari luar. Dari ide-ide mereka berkembang sendiri, "Oh, hal-hal seperti ini. Ini adalah apa yang saya bisa lakukan."
Wimar: Bagaimana Anda memilih orang yang akan dibina itu?
Quote:
Fred: Saya kira kita benar-benar menyortir orang terutama berdasarkan penilaian,
1. Apakah ini ide baru?
2. Apakah orang yang melakukan hal itu, menurut penilaian kami, memiliki kemampuan?
3. Apa pengaruh ide-ide? Jika dampak yang kecil sehingga kita tidak tertarik.
Wimar: Kalau Bob Sadino 50 tahun lalu, ketika masih remaja, apa yang bisa menjadi pilihan ASHOKA? Apakah kondisi yang ada pada bahwa Bob sendiri yang dicari ASHOKA?
Fred: Mungkin sifat-sifatnya ya, tapi mungkin bukan bidangnya. Bob tentu ingin berhasil secara komersial, sementara kita nilai adalah bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sosial.
Alfi (penelpon dari Bekasi): Saya sangat tertarik dengan Yayasan ASHOKA Indonesia. Bagaimana mekanisme kontrol terhadap orang-orang yang didukung sebagai entrepreneur di ASHOKA?
Wimar: Jadi pertanyaannya adalah bagaimana orang-orang baik akan dikontrol?
Fred: Pertama, kita telah cukup banyak jaringan yang dapat memberikan informasi kepada kami. Kedua, kita harus memantau bagaimana perkembangan lebih lanjut dari orang yang didukung. Sesungguhnya ASHOKA tidak mau banyak kontrol. Jika pengusaha ingin tumbuh tidak mendapatkan terlalu banyak kendali, maka kami hanya memonitor.
Dampak Perubahan Pemerintah
Wimar: Kita telah mengalami perubahan drastis pemerintahan sejak 1998 sampai sekarang. Bila dibandingkan dengan situasi sebelumnya, apakah ada perbedaan perubahan tersebut untuk masing-masing bidang entrepreneur?
Fred: Sangat berbeda. Pertama kita perlu mendirikan ASHOKA mengumpet umpet. Sekarang sangat leluasa
Bob: Ya ada perbedaan. Tapi aku dari pemerintah tidak tertarik. Aku hanya ingin kita melakukan terlalu banyak set-set karena yang tahu tentang saya adalah bisnis saya.
Hadrijanto: Jika kita melihat lebih baik sekarang karena peraturan pendukungnya jauh lebih baik dan sikap dari teman-teman saya juga memiliki luas lebih terbuka.
Listen
Read phonetically
Empat Pengusaha Modal
Wimar: Dia bilang kau adalah seorang pelaut, lalu bagaimana Anda bisa menjadi pengusaha dengan membuka supermarket?
Bob: Sederhana. Aku dulu bekerja di Belanda dan di sekitar Eropa. Ketika ia kembali ke Indonesia, saya melihat telur telur di sini berbeda dari apa yang saya lihat di Eropa.
Wimar: Apa bedanya?
Bob: berbeda bentuk. Jadi, saya meminta orang mencari ayam yang bisa bertelor.
Wimar: Apakah Anda sudah ahli waktu itu ayam atau telur?
Bob: Salah satu faktor ketika aku menjadi seperti ini karena saya beruntung tidak tahu apa-apa.
Wimar: Apakah Anda memiliki banyak teman di bank yang bisa menyediakan modal?
Bob: Bank hanya untuk menyimpannya
Wimar: Jadi orang tidak benar-benar membutuhkan modal untuk membangun bisnis baru.
Bob: Apa pengertian modal itu? Banyak orang hanya menerjemahkan modal hanya item yang dapat dilihat dan dihitung, hanya uang. Sebenarnya ada modal yang tidak dapat dilihat. Ini modal pegangan bagi seseorang untuk menjadi pengusaha adalah,
Quote:
1. Harus mempunyai kemauan
2. Bertekad untuk
3. Keberanian untuk mengambil risiko. Ada sejuta peluang di luar sana, termasuk di tubuh kita sendiri
Wimar: Bob, saya bertemu dengan begitu banyak orang yang ingin menjadi enterpreuner. Dia bilang itu sangat sulit karena iklim tidak kondusif, peraturan tidak menguntungkan majikan. Bagaimana Bob?
Bob: Ketiga faktor itu tidak dibuat untuk seseorang untuk masuk ke dalam enterpreuner. Faktor keempat adalah Anda jangan cengeng dan tangguh.
Membuat Teknologi
Wimar: Kita beralih ke Hadrijanto. Perusahaan Anda menyediakan sarana telekomunikasi di perusahaan terpencil. Bagaimana perusahaan Anda bisa berbisnis di daerah terpencil?
Hadrijanto: Kami tidak melihat saran peluang usaha dan kendala telekomunikasi, khususnya di luar Jawa. Mereka mempunyai kebutuhan dan terkadang mereka memiliki uang. Telekomunikasi tidak lagi persyaratan tapi sekunder primer. Oleh karena itu, kita berusaha untuk membantu menyediakan fasilitas telekomunikasi di daerah terpencil.
Wimar: Berapa banyak dan di mana misalnya?
Hadrijanto: Di pedalaman Kalimantan Timur, seperti di Samarinda, Tabang. Jika sekarang sudah berjumlah sekitar 150 unit
Wimar: Jadi karena daerah terpencil sehingga mereka harus nirkabel. Jadi, penggunaan satelit.
Hadrijanto: Yeah, kita mengadakan warung telekomunikasi satelit (Wartelsat).
Wimar: Kuncinya di sini dapat mahal, tetapi apa yang saya lakukan dan orang tidak membayar premi. Jadi, siapa yang memberikan dukungan sehingga ini tersedia?
Hadrijanto: Sebenarnya yang mendukung teknologi itu. Kami menggunakan teknologi yang sudah ada. Kita melakukan rekayasa teknologi di dalamnya sehingga kita bisa. Dalam kualitas itu tidak bisa mencapai seperti cyber atau berlangganan, tapi untuk daerah-daerah terpencil sehingga ada fasilitas telekomunikasi yang memadai.
Wimar: Apakah hasil investasi dari uang?
Hadrijanto: Ini mungkin tidak kembali namun kami mencoba untuk mencapai titik impas saja. Itu bagus.
Wimar: Itu mungkin perbedaan antara perusahaan Anda bekerja dengan Bob Sadino. Jika Bob, yang murni pengusaha dan investasi uang kembali. Sedangkan Anda, ada investasi dan kembali dalam bentuk menyenangkan masyarakat.
Pengusaha Sosial ASHOKA
Wimar: Ini adalah ketiga Fred Hehuwat. Dia mendirikan Yayasan ASHOKA Indonesia pada tahun 1983. Saya tahu karena itu membantu mengaturnya, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. ASHOKA menggunakan konsep seorang pengusaha sosial. Apa konsep dan apa yang Ashoka saat ini?
Fred: Kalau kita biasanya mengaitkan dengan kegiatan ekonomi. Itu adalah kelahiran jangka waktu pengusaha Ashoka sosial. Jika kita membandingkan sektor ekonomi dan pembangunan industri sangat maju sektor sosial seperti pendidikan dan kesehatan di belakang. Jika kita melihat kondisi di Indonesia, kondisi sosial sangat parah. Siapa yang akan menangani hal ini? Biasanya kita mengandalkan harapan pemerintah. Kita semua tahu pemerintah banyak keterbatasan. Ketika ada jalan pintas tidak menciptakan situasi semakin tertinggal.
Wimar: Apa orang yang dibina ASHOKA?
Fred: Kita membangun orang-orang yang memiliki program-program kewirausahaan. Awalnya, orang melihat situasi, mengetahui lapangan, punya ide cemerlang, memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, tidak tergantung pada fasilitas, dan sebagainya, maka ide cemerlang bahwa kita akan membantu. Kami mencari orang-orang seperti itu.
Wimar: Berapa banyak orang yang telah dipelihara sejak tahun 1989?
Fred: Sekarang ada sekitar 140 orang di Indonesia.
Wimar: Ini adalah konsep internasional. Jika contoh konsep internasional, kita dapat memahami lebih baik pengusaha sosial?
Fred: Kalau kita melihat pengusaha sosial atas adalah Muhammad Yunus dari Bangladesh dengan Grameen Bank program-Nya yang memenangkan hadiah Nobel. Gagasan yang paling unik dan baik.
Wimar: Ketika saya membaca di brosur Anda, ASHOKA banyak juga bergerak di bidang ini. Bagaimana mengatasi kendala yang terjadi di sana?
Fred: Saya pikir mereka tidak akan menunggu sesuatu tapi melihat situasi. Kemungkinan yang berbeda. Hambatan juga berbeda. Jadi mereka tidak menunggu sesuatu dari luar. Dari ide-ide mereka berkembang sendiri, "Oh, hal-hal seperti ini. Ini adalah apa yang saya bisa lakukan."
Wimar: Bagaimana Anda memilih orang yang akan dibina itu?
Quote:
Fred: Saya kira kita benar-benar menyortir orang terutama berdasarkan penilaian,
1. Apakah ini ide baru?
2. Apakah orang yang melakukan hal itu, menurut penilaian kami, memiliki kemampuan?
3. Apa pengaruh ide-ide? Jika dampak yang kecil sehingga kita tidak tertarik.
Wimar: Kalau Bob Sadino 50 tahun lalu, ketika masih remaja, apa yang bisa menjadi pilihan ASHOKA? Apakah kondisi yang ada pada bahwa Bob sendiri yang dicari ASHOKA?
Fred: Mungkin sifat-sifatnya ya, tapi mungkin bukan bidangnya. Bob tentu ingin berhasil secara komersial, sementara kita nilai adalah bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sosial.
Alfi (penelpon dari Bekasi): Saya sangat tertarik dengan Yayasan ASHOKA Indonesia. Bagaimana mekanisme kontrol terhadap orang-orang yang didukung sebagai entrepreneur di ASHOKA?
Wimar: Jadi pertanyaannya adalah bagaimana orang-orang baik akan dikontrol?
Fred: Pertama, kita telah cukup banyak jaringan yang dapat memberikan informasi kepada kami. Kedua, kita harus memantau bagaimana perkembangan lebih lanjut dari orang yang didukung. Sesungguhnya ASHOKA tidak mau banyak kontrol. Jika pengusaha ingin tumbuh tidak mendapatkan terlalu banyak kendali, maka kami hanya memonitor.
Dampak Perubahan Pemerintah
Wimar: Kita telah mengalami perubahan drastis pemerintahan sejak 1998 sampai sekarang. Bila dibandingkan dengan situasi sebelumnya, apakah ada perbedaan perubahan tersebut untuk masing-masing bidang entrepreneur?
Fred: Sangat berbeda. Pertama kita perlu mendirikan ASHOKA mengumpet umpet. Sekarang sangat leluasa
Bob: Ya ada perbedaan. Tapi aku dari pemerintah tidak tertarik. Aku hanya ingin kita melakukan terlalu banyak set-set karena yang tahu tentang saya adalah bisnis saya.
Hadrijanto: Jika kita melihat lebih baik sekarang karena peraturan pendukungnya jauh lebih baik dan sikap dari teman-teman saya juga memiliki luas lebih terbuka.
Listen
Read phonetically
Subscribe to:
Posts (Atom)
