Monday, October 17, 2011

Tip BerburuTentang Pembangun Watak Bisnis


Umum


Entrepreneurship itu bakat? Ataukah dapat dipelajari?

Bulan lalu dalam sebuah seminar tentang pedidikan di sebua perguruan tinggi swasta disebutkan bahwa pembangunan karakter adalah merupakan langkah awal agar kita bisa menjadi entrepreneur yang handal.

Pembangunan karakter ini bisa dilakukan dengan konsep:


Self awareness atau pengenalan diri.

Dalam alquran disebutkan “barang siapa yang mengenali dirinya maka ia mengenali Tuhan nya”

Artinya setiap kita dapat mendefinikan dengan baik semua potensi-potensi dan kemudian merubahnya menjadi energi positif untuk selalu memperoleh ide dan gagasan unik.

Kreatif

Kreatifitas adalah sebuah proses, bukan sesuatu yang serta merta terjadi dengan sendirinya. Setiap kita harus berani belajar

Keativitas pada prinsipnya merupakan kemampuan seseorang dalam membuat kombinasi baru berdasarkan data informasi atau unsur- unsur yang ada

Mampu berpikir kritis

Berfikir dengan sudut pandang yang berbeda adalah konsep ideal, melihat segala sesuatu dengan berbagai dimensi. Maka tidak ada istilah buntu.

Mampu memecahkan masalah

Istilah populernya adalah problem solving. Masalah timbul karena ada sebabnya. Dan positinya adalah, masalah itu timbul setelah sesuatu itu dilakukan.

Perubahan paradigma sebagai solusi, kita eharusnya memandang masalah bukan sesuatu hambatan yang akan menggagalkan ide kita tetapi merupakan tantangan yang harus dihadapi.

Penanaman jiwa entrepreneurship sejak usia dini

Jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship dapat dibina atau ditanamkan sejak usia dini.

Pakar kepribadian dan Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa Mien Rachman Uno mengatakan, untuk menjadi wirausahawan andal, dibutuhkan karakter seperti kemampuan untuk dapat berkomunikasi, mampu membawa diri di berbagai lingkungan, menghargai waktu (time orientation), empati, mau berbagi dengan orang lain, mampu mengatasi stres, dapat mengendalikan emosi, dan mampu membuat keputusan.

Dalam proses pendidikan yang baik beberapa hal diatas akan menjadi semacam kurikulum wajib. Ini penting sebagai panduan bagi orang tua untuk dapat memulai penanaman jiwa entrepreneur.

Sekolah yang baik tentunya sudah mengakomodir konsep ini dalam pelaksanaan kependidikan di sekolah.

“Berbagai karakter tersebut dapat dibentuk melalui pendidikan sejak dini. mendidik anak menjadi seorang wirausahawan tidak dalam hitungan satu, dua, dan tiga bulan saja, melainkan harus menjadi sebuah proses yang panjang da sistematis” ujarnya

Dalam proses tersebut tentunya , orangtua juga perlu mengambil peranan. Pendidikan akan lebih baik jika dtunjang oleh lingkungan keluarga.

Sri Suliyanti seorang pakar pendidikan dari komunitas home schooling Indonesia menyarankan agar orangtua dapat melakukan supervisi kepada anaknya dengan memberikan contoh yang baik dan menjaga agar ucapan sama dengan tindakan. Selain itu, orangtua ikut memotivasi anak, mengevaluasi mereka, dan memberikan apresiasi atas kerja keras anak.

“Paradigma pemenuhan hak anak agar menjadi anak yang merdeka adalah dengan memberikan pendidikan yang bersifat ‘life skil’l dan salah satunya adalah pendidikan kewira usahaan atau entrepreneurship” katanya (Nur Adi Setyo/dari berbagai sumber)

Tip Berburu Rejeki Besar

Membuka usaha sampingan biasanya merupakan cara yang cukup baik untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan membuka usaha sampingan, pertama-tama mungkin harus terlibat penuh didalamnya. Tapi lama kelamaan, bila usaha itu sudah besar, bisa diserahkan pengelolaannya pada orang lain, sehingga bisa punya lebih banyak waktu dan pemasukanpun dapat terus berjalan.

Bandingkan dengan apabila bekerja pada orang lain dan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian. Bekerja pada orang lain jelas harus mengikuti jam kerja yang disyaratkan. Sedangkan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, biasanya bisa menentukan waktu kerja sendiri, tapi tetap saja kedua-duanya akan membuat sibuk .

PENGHASILAN BISA BESAR
Jangan salah kira, usaha sampingan, apabila dijalankan dengan sungguh-sungguh bisa memberikan hasil yang sama bahkan lebih besar dibanding bila bekerja dan mendapatkan gaji.

Sebagai contoh:

Tukang sate yang berjualan di dekat rumah kita. Setiap hari, dari jam 17.00 – 24.00 (7 jam kerja), ia bisa menjual sekitar 250 tusuk sate ayam. Kalau satu tusuk dihargai Rp 400, maka ini berarti ia mendapatkan Rp 100 ribu sehari. Dalam sebulan, ia bisa bekerja sekitar 25 hari. Ini berarti pemasukannya sebulan mencapai Rp 2,5 juta. Apakah kita pernah tanya berapa sih keuntungannya dari Rp 2,5 juta itu? Dia bilang sekitar 60 persen. Ini berarti keuntungannya adalah Rp 1,5 juta setiap bulan. Itu belum termasuk keuntungan dari penjualan lontongnya.

Tentu saja kita tidak harus jadi penjual sate bila kita memang tidak mau. Kita bisa membuka usaha lain yang mungkin lebih kita kuasai seluk-beluknya. Prinsipnya di sini adalah apa pun usahanya, kalau kita jalankan dengan serius, maka hasilnya akan besar.

Pada awalnya yang namanya usaha mungkin tidak akan selalu berjalan lancar. Penghasilannya mungkin belum seberapa. Itu karena usaha kita mungkin belum dikenal orang banyak. Namanya juga masih baru. Lama kelamaan, seiring dengan makin dikenalnya usaha kita, usaha kita pasti akan mulai berkembang, sehingga hasil yang kita dapatkan juga akan makin besar.

Tukang sate tadi misalnya.

Pertama kali ia membawa dagangannya, orang mungkin masih ragu-ragu untuk mencoba satenya, karena orang baru pertama kali melihat tukang sate ini. Tapi lama kelamaan, orang mulai memesan satenya, dan akhirnya orang ini identik dengan sate. Setiap kali ia lewat di depan rumah kita, kita langsung teringat akan satenya. Itu bukti bahwa usaha apa pun membutuhkan pengenalan.

Orang harus kenal lebih dulu dengan usaha kita, apa pun usaha itu. Entah toko, entah restoran kecil, entah usaha jahitan atau bisnis online. Mungkin pengenalannya makan waktu satu tahun, dua tahun, atau mungkin hanya beberapa bulan, tergantung bagaimana promosi kita. Setelah kenal, barulah selebihnya tergantung pada kualitas produk kita. Bila sekali saja konsumen tak suka, seterusnya mereka kapok membeli produk kita. Apa pun jenisnya.
Karena itu, kita juga harus menjaga kualitas produk agar sesuai keinginan konsumen.

TIDAK HARUS MENINGGALKAN PEKERJAAN
Siapa bilang bahwa kita harus meninggalkan pekerjaan tetap sekarang bila kita mau menjalankan usaha sampingan? Kita tidak harus meninggalkan pekerjaan tetap kita sementara akan menjalankan usaha sampingan.

Hitung-hitung, kita nantinya akan punya pendapatan yang dobel bukan?

Pertama-tama, mungkin pendapatan usaha sampingan kita masih jauh lebih kecil dibanding gaji dari pekerjaan kita sekarang. Tetapi lama-lama, seiring dengan makin dikenalnya usaha kita dan makin maju, maka pendapatan usaha kita akan meningkat dan bahkan bisa menyamai gaji kita sekarang. Kemudian, siapa tahu juga bisa meningkat lagi dan melebihi gaji kita sekarang.

Sehingga pada kondisi ini, kita memiliki pilihan apakah akan mempertahankan kedua pendapatan, atau meninggalkan pekerjaan tetap kita dan terjun total 100 persen ke dalam usaha sampingan kita dengan harapan agar penghasilan dari usaha kita bisa makin besar.

Bagi yang menjadi ibu rumah tangga dan hanya suami yang bekerja, mungkin bisa lebih enak lagi. Dapat merintis usaha sampingan, sementara suami tetap mendapatkan gaji dari pekerjaannya.

Bukan begitu?

SIAP MELUANGKAN WAKTU
Kalau kita menjalankan usaha sambil masih tetap bekerja, maka kita harus siap meluangkan waktu. Bagi yang menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, harus siap menyisihkan sekitar mungkin 4 jam setiap hari untuk mengurus usaha. Bagi yang juga bekerja di kantor, mungkin harus siap menjalankan usaha pada malam hari.

Terserah kita.

Yang jelas, kita harus memiliki komitmen untuk mau menjalankan usaha, dan jangan kaget kalau nanti akan lebih capek dari biasanya. Ini wajar, karena menjalankan dua pekerjaan sekaligus.

Tapi apa yang membuat kita mau lebih capek dari biasanya?

Apa yang membuat kita mau repot-repot menjalankan usaha kita?

Ini karena kita ingin agar usaha sampingan kita bisa berkembang kelak dan pengelolaannya bisa kita serahkan ke orang lain sehingga kita bisa punya lebih banyak waktu untuk santai bersama keluarga kelak sementara tetap mendapatkan penghasilan.

Jadi, kita investasi waktu (mau lebih sibuk) sekarang, dengan harapan agar kita mendapatkan waktu yang lebih banyak kelak.

Jadi, sesibuk apa pun sekarang, kenapa kita tidak luangkan waktu untuk merintis sebuah usaha?

PERLU DUKUNGAN KELUARGA
Minta dukungan dari keluarga kita. Kalau perlu, ajak untuk ikut membantu. Libatkan dari awal. Dengan demikian, keluarga bisa ikut berperan dalam usaha sampingan. Dukungan keluarga itu penting. Banyak usaha rumahan yang gagal karena tidak adanya dukungan keluarga.

Bukan berarti kita tidak akan berhasil dalam usaha sampingan bila tidak didukung keluarga, tapi memang akan sangat membantu kalau keluarga kita ikut mendukung usaha. Kalau perlu, jangan katakan bahwa ini adalah usaha kita. Katakan bahwa ini adalah usaha keluarga. Kelak kalau usaha ini besar, keluarga kita bisa ikut terlibat di dalamnya.

Bukankah akan mengasyikkan bila keluarga bekerja bersama membangun usaha keluarga?

TIDAK HARUS SEKOLAH TINGGI
Apakah kita adalah salah satu dari mereka yang tidak mengenyam sekolah tinggi? Apakah kita cuma lulusan SMP? Apakah kita cuma lulusan SMEA? Atau apakah kita sama sekali tidak pernah sekolah dan hanya punya pengalaman?

Kita tidak harus mengenyam sekolah tinggi lebih dulu untuk bisa membuka usaha dan berhasil dalam usaha. Kita sudah sering mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada banyak orang berhasil dalam membangun usahanya dari nol, meski tidak memiliki pendidikan tinggi..

Apa resepnya sehingga bisa berhasil?

Ketekunan dan motivasi untuk bisa berhasil. Yang lebih penting, walaupun tidak sekolah tinggi mau belajar. Belajar tidak harus ditempuh dengan sekolah. Kita bisa belajar dari pengalaman sendiri, dari buku, dan dari pengalaman orang lain (baik keberhasilan maupun kegagalannya). Satu lagi, kita mau memulai usaha dari kecil lebih dulu, sebelum lama-lama usaha itu menjadi besar.

Percayalah, kita punya kesempatan yang sama dengan mereka yang sudah berhasil untuk bisa berhasil, walaupun kita tidak memiliki pendidikan tinggi sekalipun.

Jadi tunggu apa lagi?

Tip Berburu Tipe Bisnis


Minum susu jahe dengan beberapa teman di “angkringan” sony bowo di jalan Jendral AYani Magelang sangat menyenangkan dan suasana juga santai.
Bicara dengan teman-teman para pelaku bisnis secara langsung seperti pedagang HP, asesori komputer, gadget, kamera dan sebagainya kadang merambah kearea yang tidak ada hubungannya dengan bisnis dan disitu menariknya, bicara mengenai kehidupan serta tujuan hidup.

Beberapa waktu yang saya mendapat pencerahan dari dua cara perlakuan bisnis yang berbeda yang ada disekitar kita justru dari pelaku bisnis yang sangat sederhana  yang justru berhadapan langsung dengan pelanggan kita.

Kejadian pertama saya yakin banyak diantara kita pernah mengalami, disebuah Pengajian Annajach koripan Magelang suatu pagi saya iseng beli koran tuk dudukan dan uang yang saya berikan memang harusnya ada kembalian Rp.500,- tetapi saya ikhlaskan, maunya “memberi” kepenjual koran dan saat itu aku langsung jalan aja setelah terima lembaran korannya, tetapi yang terjadi malah sebaliknya dari yang saya pikirkan, sipenjual koran tersebut malah ngotot mengejar  saya di keramaian orang dan ngotot tidak mau menerima kelebihan Rp.500,- tersebut.
Saya dengan terpaksa ya menerima  lagi uang tersebut, walah mau berbuat baik malah ditolak padahal kan Rp. 500,- tambahan itu margin bersih lho. Terus saya tanya namanya, dengan dialek jawa: sopo jenenge mas? dia jawab :" Zamroni" ternuwun mas, kulo bade sadean malih..sekecak aken ingkang ngaos...monggo

Kejadian kedua ya saat lagi makan soto , karena pembicaraan bisnis lagi mulai “panas” dan kemudian teringat ada pesanan gorengan dari anak saya, saya sempatkan 1 menit pesan sambil pikiran masih terlibat dalam diskusi.

Disini pencerahan itu muncul, karena harganya pakai angka hoki “1100”/ 3 gorengan, yatu tempe, bakwan ma pisang waktu bayar ditanya bakulnya, “bapak punya uang Rp.100” [kuberikan pada bakulnya uang 2000], maksud dia supaya kembaliannya kesaya pas Rp1000, saat saya bilang “nggak ada” maka dengan tenangnya si bakul memberi kembalian Rp.500 tanpa memikirkan saya dirugikan Rp.400 yang di “terima” dari saya dan sengaja mengambil margin maksa …maksudnya saya merasa punya piutang 400 tuk balik lagi ke warung soto ato saya mnghadapi pilihan tuk membelanjakan sisanya 400  trsebut , yah karena saat itu lagi diskusi topik yang “hot” saya langsung terima dan segera kembali kemeja diskusi …

Sungguh saya mendapat pencerahan tipe bisnis mana yang saya mau ambil dari kejadian kecil tersebut dan saya tahu yang mana punya bakat jadi entrepreneur dan mana yang bakatnya jadi hanya jadi pekerja.

Tip Berburu Sebuah Arti Pendekatan Masalah

Dua pendekatan dalam melihat suatu masalah
Dalam pengalaman saya bekerja dan berinteraksi dengan banyak orang, saya amati ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah).

Pendekatan Reactive

Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini Anda mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional. Ciri-cirinya:

* Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.
* Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.
* Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah
* Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.

Apabila Anda bekerja di perusahaan, barangkali Anda pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini Anda dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Anda akan berada dalam kondisi tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Anda akan cenderung menggunakan pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.

Pendekatan Receptive

Pendekatan ini biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya.Ciri-cirinya:

Ketika masalah datang, Anda mengenalinya dan menggunakan pendekatan:

* Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.
* Anda fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. Dengan demikian Anda mengambil alih kontrol dari dalam diri Anda sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.
* Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.

Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri Anda responsif terhadap semua yang Anda perlukan untuk mengundang solusi.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika pasangan yang Anda cintai (misalnya istri, suami, atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan reactive, Anda hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengannya. Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.

Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang marah. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari marah menjadi cinta.

Pendekatan receptive ini bisa Anda praktekkan di kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial. Intinya Anda membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri Anda pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam masalah itu.

Monday, September 19, 2011

Tip Berburu Pelatihan Otak Super

Inilah 11 Cara Pelatihan Otak Super:

1. Latih kemampuan mengamati. Perhatikan lingkungan sekitar. Rekam dalam pikiran apa yang Anda lihat, mulai dari yang paling sederhana dan diteruskan dengan observasi yang lebih rumit.

2. Asah indra. Bisa dilatih dengan membedakan rasa makanan yang disukai dan yang tidak. Menyadari bau dan aroma di sekitar atau bunyi-bunyian yang ada di jalan atau mungkin rasa panas atau dingin udara di sekitar Anda.

3. Hafalkan nama teman-teman dan pasangkan nomor teleponnya. Ada berapa yang bisa diingat? Latih supaya bisa mengingat lebih banyak.

4. Pelajari sesuatu yang baru. Banyak membaca dan berkenalan dengan hal- hal lain yang mungkin bukan bidang Anda, bisa bahasa asing, pengetahuan tentang komputer, dan lain-lain.

5. Gunakan tangan supaya mengikuti petunjuk otak. Misalnya bermain gitar, mengetik tanpa melihat tuts, mengerjakan prakarya dari kayu, atau berlatih menulis halus.

6. Tekuni hobi. Gunakan kesempatan untuk mengembangkan hobi Anda.

7. Pelajari dan hafalkan tanggal-tanggal penting, menyangkut anggota keluarga, teman, atau perayaan tertentu.

8. Hafalkan sesuatu yang Anda sukai. Bisa jadi itu puisi, lagu, kalimat dari sebuah buku atau kata-kata seseorang. Sebisa mungkin juga usahakan agar kalimat yang digunakan adalah bahasa asing.

9. Latihan menghafal urutan angka berderet panjang, misalnya 32145687390282930498. Ini adalah bentuk latihan memperbaiki daya ingat jangka pendek. Lakukan dengan mengelompokkan atau memecah bilangan itu menjadi beberapa bagian, misalnya 3214568 kemudian 7390282 dan terakhir 930498.

10. Ingat perjalanan pribadi. Apa yang sedang Anda kerjakan satu jam lalu, minggu lalu pada hari Rabu pukul 10.00, misalnya. Dengan siapa, di mana, dan seterusnya.

11. Ingat dan teliti ulang pengeluaran harian. Apa yang Anda beli kemarin? Berapa uang yang ada dalam dompet Anda sekarang? Kapan Anda terakhir mengambil uang tunai, dan seterusnya.

Latihan-latihan ini akan memungkinkan sel otak tetap aktif dan jaringan penghubung antarsel otak semakin rapat. Kegiatan mental yang menantang meningkatkan jumlah sirkuit aktif atau sinapsis dalam otak. Semakin banyak sirkuit, semakin banyak asosiasi, makin besar pula kemampuan mengingat.

Tip Cara Menggabungkan File Video

Cara Menggabungkan File Dengan HJ-Split

Cara Menggabungkan File Dengan HJ-Split

Tanggal Rilis :
Jenis Film : Panduan download
Diperankan Oleh : Admin

Ringkasan Cerita Cara Menggabungkan File Dengan HJ-Split :

Hjsplit merupakan sebuah software yang digunakan untuk memecah file video dalam ukuran besar menjadi beberapa bagian. Hjsplit juga bisa digunakan untuk menggabungkan beberapa file video menjadi satu bagian. Berikut Tutorial cara menggabungkan file dengan menggunakan HJsplit. Harap dibaca dan dipahami sebaik mungkin karena selama ini cara menggabungkan file dengan HJ-Split ini cukup banyak ditanyakan.

1. Jika anda belum mempunyai HJ-Split dapat di download disini

2. Setelah download, jalankan HJ-Split tersebut (klik hjsplit.exe 2 kali, aplikasi ini tak perlu diinstall), kemudian akan muncul gambar seperti dibawah.

3. Klik tombol Join seperti yang dilingkari diatas, dan akan muncul gambar seperti dibawah :

4. Sebelumnya pastikan file yang akan dijoin (file berekstensi .001, .002, dst) sudah berada dalam folder yang sama.

5. Tekan tombol input file, lalu cari file 001 yang ingin anda gabungkan (Hanya file 001, file 002 dst tidak perlu dimasukkan dan akan terdeteksi secara otomatis oleh HJSplit), kemudian klik open (lihat gambar dibawah).

6. Di tombol Output tentukan dimana file hasil join akan anda simpan, secara default letak file hasil join akan disamakan dengan lokasi dari file 001.

7. Setelah selesai, klik tombol start dan tunggu sampai selesai.

Kalo kurang jelas bisa lihat video dibawah ini

Bagi Pengunjung Baru klik di sini Cara Menggabungkan File Ekstensi .001 dan .002


Share



( klik " Like " Dan " +1 " jika kamu suka Film ini )

Pencarian Populer:

Friday, September 16, 2011

TIP BERBURU KESEHATAN

Apakah Anda seorang pengusaha sibuk atau karyawan yang biasanya di perjalanan dan tidak memiliki banyak waktu,   ingin membuat BULAN SEPTEMBER Anda  lebih sehat?
Jangan khawatir, Anda tidak sendirian. Kebanyakan orang ingin menjadi sehat, bugar dan terlihat lebih muda lebih namun mereka tidak bisa menemukan waktu untuk itu. Bahkan, saya telah melihat iklan di TV sejak tahun baru untuk setidaknya 7 kebugaran latihan yang berbeda dengan berbagai selebriti dan aktris, tapi saya ingin tahu berapa banyak orang yang akan menempel pada rencana ketika mereka membelinya.
Dengar, jika SEPTEMBER akan menjadi berbeda untuk Anda, tubuh Anda dan keluarga Anda, maka saatnya untuk buckle up dan menemukan kebiasaan baru yang akan melayani Anda lebih baik. Jangan Anda setuju? Hidup sehat tidak harus keras, tidak pernah diciptakan untuk menjadi LOYO . Tapi itu memerlukan sedikit komitmen dan kasih yang besar untuk menjadi segar.
Berikut adalah delapan tips untuk hidup sehat di mana saja:
1. Nikmati liter hal air pertama di pagi hari.
Jika Anda tidak punya waktu untuk hal lain di pagi hari, membuat waktu untuk minum segelas besar air. Kami kehilangan banyak oksigen melalui malam dan untuk meremajakan sel-sel kita, kita perlu untuk memasok mereka dengan air dan oksigen. Minum segelas air dan dalam seminggu Anda akan mulai merasa kurang lelah. Saya suka rasa dari air, tapi aku tahu beberapa orang tidak jadi jika Anda salah satu dari mereka, memeras jeruk segar ke dalam air Anda untuk memberikan rasa dan minum.
2. Ambil beberapa buah-buahan segar di jalan keluar.
Mana pun Anda pergi - apakah itu berjalan atau drive ke supermarket atau di jalan untuk pertemuan - mengambil satu atau dua buah dan memakannya. Jika Anda berangkat kerja di pagi hari dan tidak kembali 'til malam, mengambil beberapa buah dan memakannya sepanjang hari. Buah yang besar untuk mereka, vitamin nutrisi dan gula yang diperlukan dalam tubuh kita.
3. Hindari pergi ke toko makanan sampah dengan rekan kerja Anda.
Jika rekan kerja Anda akan pergi dan Anda ingin pergi bersama, pergi ke depan tetapi tidak memesan burger atau kentang goreng. Pergi untuk salad yang bagus sebagai gantinya. Atau makanan sehat lainnya yang mengambil mewah Anda. Junk food penuh dengan "kalori kosong" yang tidak melakukan apa pun untuk tubuh Anda, tetapi memakai lemak yang tidak dibutuhkan dan tidak sehat ekstra.
4. Latihan di perjalanan.
Jika Anda bekerja di kantor, bangun setiap 30 menit dan pergi untuk berjalan-jalan. Jika Anda memiliki kantor dengan tangga, berjalan naik dan turun tangga setiap beberapa jam. Dapatkan darah Anda mengalir dan otot Anda bergerak.
5. Minum teh herbal.
Ketika di tempat kerja atau rumah, banyak orang suka untuk mendapatkan secangkir teh atau kopi. Putuskan bahwa Anda akan lebih sehat dan mendapatkan secangkir teh herbal hangat. Pilihan yang tersedia saat ini adalah benar-benar besar, sehingga Anda dijamin untuk menemukan yang Anda nikmati. Saya suka mandarin dan ginseng teh serta teh adas biji.
6. Makan segenggam kacang.
Dapatkan pilihan favorit Anda kacang-kacangan (almond, kacang mete, pecan, walnut, dll) dan kismis dan memiliki segelintir besar dari mereka di sekitar 03:00. Ini telah terbukti untuk meningkatkan energi sore dan produktivitas.
7. Katakanlah ya untuk jus segar.
Salah satu perubahan terbesar dan paling menarik saya dibuat dalam kesehatan saya sekitar 7 bulan yang lalu adalah ketika aku berkata "ya" untuk memiliki sendiri jus segar setiap pagi. Sejak itu, energi saya, kesehatan tubuh dan vitalitas telah meningkat sepuluh kali lipat. Saya membuat waktu untuk memeras saya sendiri wortel-apel sari jahe, namun jika Anda tidak punya waktu, meminta seseorang jika mereka dapat membuatnya untuk Anda dalam pertukaran untuk sesuatu yang dapat membantu mereka dengan, atau mendapatkan diri Anda ke lokal jus bar dan mendapatkan share dari jus!
8. Dalam bernapas.
Bila Anda punya waktu - di meja Anda, mengemudi mobil, memasak makanan - melakukan pernapasan yang dalam. Tarik napas dan menghitung sampai 5 detik, tahan selama beberapa detik, dan lepaskan perlahan-lahan.
Pertukaran oksigen dan karbon dioksida merupakan salah satu hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk darah kita dan sel.