“Nrimo ing Pandum” memiliki arti “menerima dengan pemberian”
dalam kajian yang lebih luas bisa juga berarti ikhlas atas apa yang kita
terima dalam kehidupan atau “legowo” dalam menghadapi setiap lika-liku dalam hidup,
“Narimo ing Pandum” berarti menyadari segala yang diberikan kepada kita sudah sesuai dengan kemampuan kita.
Jadi “Narimo ing Pandum” bukan berarti pasrah dan diam saja atas
segala yang diberikan. Namun apapun yang diberikan kepada kita,
terimalah dengan ikhlas dan usahakanlah agar yang kita terima bisa
berlipat ganda.
skip to main |
skip to sidebar
Saturday, October 29, 2016
Friday, September 9, 2016
Wednesday, August 15, 2012
Magelang Bersama Kupat
Di Kota Magelang rasanya ada yang kurang kalau saat lebaran tak bersama ketupat, menjelang lebaran banyak sekali pedagang kelongsongan ketupat atau kupat baik yang dijual keliling ataupun yang dijajakan dipinggir jalan di wilayah Magelang. Darimana sebenarnya asal-usul ketupat?
siapa pertama kali yang menemukan dan mempopulerkan ketupat? Seperti
tradisi-tradisi lain di indonesia pasti memiliki,sejarah latar belakang,
tidak jarang ada makna filosofi dari tradisi-tradisi tersebut.
bagaimana dengan ketupat? mari kita simak hasil penelusuran kami di
google berikut ini :
Ketupat sendiri menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.
SENI DAN FILOSOFI KETUPAT LEBARAN, Ketupat itu memiliki asal usul dan filosofi mengenai budaya ketimuran di Indonesia. Ketupat sebagai karya budaya dikaitkan dengan suatu hasil dengan beraneka macam bentuk.
Sedang ketupat sebagai ungkapan budaya adalah merupakan simbol yang di dalamnya terkandung makna dan pesan tentang kebaikan. Sebagai ungkapan budaya, ketupat antara lain memberikan makna dan pesan.
Misalnya, salah satu maknanya adalah, bahwa ketupat terdiri dari beras yang dibungkus janur, Nah, beras itu ternyata adalah simbol nafsu dunia. Sedangkan janur, dalam bahasa Jawa adalah akronim dari ëjatining nurí atau bisa diartikan hati nurani.
Jadi ketupat adalah simbolik dari nafsu dunia yang dapat ditutupi oleh hati nurani. Pesan yang terkandung, kira-kira adalah setiap orang itu harus bisa mengendalikan diri, yaitu menutupi nafsu-nafsu dunia dengan hati nurani.
Dalam filosofi Jawa yang lain, kupat berarti ëngaku lepatí atau mengakui kesalahan. Tindakan ëngaku lepatí ini jadi kebiasaan yang sekarang selalu kita lakukan pada tanggal 1 syawal, yaitu bermaaf-maafan dengan keluarga atau tetangga dan teman-teman.
Masih dari filosofinya orang Jawa, kupat erat kaitannya dengan tanggal 1 syawal kan? Nah, kupat disini dapat diartikan dengan ëlaku papatí atau empat tindakan. Laku papat itu adalah lebaran, luberan, leburan dan laburan.
Maksud dari keempat tindakan tersebut, yang pertama, lebaran, dari kata lebar yang berarti selesai. Ini dimaksudkan bahwa 1 Syawal adalah tanda selesainya menjalani puasa, maka tanggal itu biasa disebut dengan Lebaran.
Lalu luberan, berarti melimpah, ibarat air dalam tempayan, isinya melimpah, sehingga tumpah ke bawah. Ini simbol yang memberikan pesan untuk memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin, yaitu sodaqoh dengan ikhlas seperti tumpahnya/lubernya air dari tempayan tersebut. Kemudian, leburan, maksudnya adalah bahwa semua kesalahan dapat lebur (habis) dan lepas serta dapat dimaafkan pada hari tersebut.
Yang terakhir adalah laburan. Di Jawa, labur (kapur) adalah bahan untuk memutihkan dinding. Ini sebagai simbol yang memberikan pesan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri lahir dan batin.
Jadi setelah melaksanakan leburan (saling maaf memaafkan) dipesankan untuk menjaga sikap dan tindak yang baik, sehingga dapat mencerminkan budi pekerti yang baik pula.
Gantung Ketupat
Sedangkan ketupat dalam bahasa Sunda juga disebut kupat, yang memberikan pesan agar seseorang jangan suka ìngupatî atau membicarakan hal-hal buruk orang lain.
Selain itu, ada lagi tradisi unik yang kini sudah sangat jarang ditemukan. Selain simbol maaf, ada yang percaya kalau ketupat dapat menolak bala. Caranya dengan menggantungkan ketupat yang sudah matang di atas kusen pintu depan rumah.
Biasanya ketupat digantung bersamaan dengan pisang. Ketupat ini digantungkan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan sampai kering hingga Lebaran tahun berikutnya.
Tapi tradisi menggantungkan ketupat yang kental nuansa mistisnya ini, kini sudah sangat jarang ditemukan. Percaya atau tidak, tapi itulah filosofi dan tradisi dari budaya Indonesia.
Umumnya ketupat identik sebagai hidangan
spesial lebaran, tradisi ketupat ini diperkirakan berasal dari saat
Islam masuk ke tanah Jawa.
Dalam sejarah, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali
memperkenalkannya pada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali
Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu
sesudah Lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah
Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun
kelapa muda. Setelah sudah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke
kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan.Ketupat sendiri menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.
SENI DAN FILOSOFI KETUPAT LEBARAN, Ketupat itu memiliki asal usul dan filosofi mengenai budaya ketimuran di Indonesia. Ketupat sebagai karya budaya dikaitkan dengan suatu hasil dengan beraneka macam bentuk.
Sedang ketupat sebagai ungkapan budaya adalah merupakan simbol yang di dalamnya terkandung makna dan pesan tentang kebaikan. Sebagai ungkapan budaya, ketupat antara lain memberikan makna dan pesan.
Misalnya, salah satu maknanya adalah, bahwa ketupat terdiri dari beras yang dibungkus janur, Nah, beras itu ternyata adalah simbol nafsu dunia. Sedangkan janur, dalam bahasa Jawa adalah akronim dari ëjatining nurí atau bisa diartikan hati nurani.
Jadi ketupat adalah simbolik dari nafsu dunia yang dapat ditutupi oleh hati nurani. Pesan yang terkandung, kira-kira adalah setiap orang itu harus bisa mengendalikan diri, yaitu menutupi nafsu-nafsu dunia dengan hati nurani.
Dalam filosofi Jawa yang lain, kupat berarti ëngaku lepatí atau mengakui kesalahan. Tindakan ëngaku lepatí ini jadi kebiasaan yang sekarang selalu kita lakukan pada tanggal 1 syawal, yaitu bermaaf-maafan dengan keluarga atau tetangga dan teman-teman.
Masih dari filosofinya orang Jawa, kupat erat kaitannya dengan tanggal 1 syawal kan? Nah, kupat disini dapat diartikan dengan ëlaku papatí atau empat tindakan. Laku papat itu adalah lebaran, luberan, leburan dan laburan.
Maksud dari keempat tindakan tersebut, yang pertama, lebaran, dari kata lebar yang berarti selesai. Ini dimaksudkan bahwa 1 Syawal adalah tanda selesainya menjalani puasa, maka tanggal itu biasa disebut dengan Lebaran.
Lalu luberan, berarti melimpah, ibarat air dalam tempayan, isinya melimpah, sehingga tumpah ke bawah. Ini simbol yang memberikan pesan untuk memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin, yaitu sodaqoh dengan ikhlas seperti tumpahnya/lubernya air dari tempayan tersebut. Kemudian, leburan, maksudnya adalah bahwa semua kesalahan dapat lebur (habis) dan lepas serta dapat dimaafkan pada hari tersebut.
Yang terakhir adalah laburan. Di Jawa, labur (kapur) adalah bahan untuk memutihkan dinding. Ini sebagai simbol yang memberikan pesan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri lahir dan batin.
Jadi setelah melaksanakan leburan (saling maaf memaafkan) dipesankan untuk menjaga sikap dan tindak yang baik, sehingga dapat mencerminkan budi pekerti yang baik pula.
Gantung Ketupat
Sedangkan ketupat dalam bahasa Sunda juga disebut kupat, yang memberikan pesan agar seseorang jangan suka ìngupatî atau membicarakan hal-hal buruk orang lain.
Selain itu, ada lagi tradisi unik yang kini sudah sangat jarang ditemukan. Selain simbol maaf, ada yang percaya kalau ketupat dapat menolak bala. Caranya dengan menggantungkan ketupat yang sudah matang di atas kusen pintu depan rumah.
Biasanya ketupat digantung bersamaan dengan pisang. Ketupat ini digantungkan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan sampai kering hingga Lebaran tahun berikutnya.
Tapi tradisi menggantungkan ketupat yang kental nuansa mistisnya ini, kini sudah sangat jarang ditemukan. Percaya atau tidak, tapi itulah filosofi dan tradisi dari budaya Indonesia.
Cara Jitu Peroleh Pelanggan
Apabila
membahas masalah ekonomi tak lepas dari yang namanya pemasaran atau
promosi. Bagi perusahaan baik yang bergerak di bidang industri maupun
jasa, promosi merupakan suatu cara untuk memperkenalkan produk yang
telah dihasilkan kepada konsumen. Dan juga menjadi salah satu tonggak
pengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh laba untuk
pengembangan produk-produknya dan kelangsungan usahanya.
Pengertian Pemasaran
Konsumen tidak akan mengenal apalagi membeli suatu produk
apabila tidak mengetahui kegunaannya, di mana produk dapat diperoleh,
berapa harganya dan keunggulan yang dimilikinya. Oleh sebab itu,
konsumen sebagai sasaran produk atau jasa penting untuk mendapatkan informasi yang jelas.
Di
era globalisasi seperti sekarang ini, banyak media yang dapat digunakan
sebagai ajang promosi suatu produk seperti mengiklankannya di televisi,
di media cetak ataupun dengan mengadakan semacam event pameran launcing
produk terbaru di tempat yang banyak dikunjungi konsumen seperti
di pusat perbelanjaan. Diusahakan acaranya dikemas semenarik mungkin
agar para konsumen penasaran dan akhirnya tertarik untuk membeli produk
yang kita jual. Merupakan tugas manajemen perusahaan untuk memilih
strategi promosi seperti apa yang tepat agar memenuhi target pasar yang
efektif. Selain itu perlu diperhitungkan dana yang tersedia dengan
manfaat yang diperoleh dari kegiatan promosi yang dipilih perusahaan.
Seiring berkembangnya zaman strategi pemasaran yang diterapkan
perusahaan harus senantiasa ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan
perkembangan pasar. Sebagai produsen perusahaan harus bisa membaca minat
konsumen.
Rumusan Masalah
a. strategi pemasaran apakah yang cocok untuk diterapkan di masa sekarang ini?
b. Kiat –kiat seperti apa yang diambil perusahaan untuk mendapatkan klien dalam persaingan bisnis?
Pengertian
pemasaran sering diartikan dengan penjualan. Padahal sebenarnya
pengertian pemasaran lebih luas, penjualan hanya sebagian dari kegiatan
pemasaran.
Secara
umum pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit
atau non profit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan jasa,
menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui
proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan
perusahaan.
Unsur pokok dalam kegitan pemasaran adalah:
1. Pemasar
Pemasar adalah organisasi perusahaan atau perorangan yang mempunyai tujuan tertentu
bagi organisasi maupun pribadinya. Tujuan pemasar yaitu keuntungan,
survive, pangsa pasar, kesetiaan pelanggan, kesejahteraan, dan
sebagainya yang harus dipenuhi.
Pemasar dapat merupakan:
a. produsen (umumnya berorientasi terhadap keuntungan)
b. organisasi (belum tentu berorientasi terhadap keuntungan)
2. Pemerintah (berorientasi terhadap kesejahteraan umum)
3. Barang dan Jasa
Apapun
bentuk sesuatu yang ditawarkan produsen untuk pemenuhan kebutuhan dan
keinginan konsumen. Barang dapat bersifat konkret, tidak kongkret (jasa)
atau kombinasinya.
4. Pasar
Pasar
adalah konsumen pribadi atau organisasi perusahaan yang mempunyai
kebutuhan dan keinginan yang berwujud sebagai permintaan terhadap barang
atau jasa. Pada umumnya, tujuan dari konsumen pribadi adalah pemenuhan
dan kepuasan kebutuhan dan keinginannya. Sedang tujuan pasar organisasi
perusahaan adalah keuntungan atau yang lain. Pasar mempunyai kapasitas
pertukaran (dayabeli) untuk bisa memperoleh barang yang diminta. Daya
beli adalah kemampuan pasar untuk mendapatkan barang yang diperlukan.
Daya bali dapat berwujud penguasaan uang, barang yang bernilai untuk
ditukarkan, ataupun kepercayaan orang lain bahwa mereka mampu membayar.
5. Proses Pertukaran
Pertukaran
adalah kegiatan dua pihak yang masing-masing memerlukan sesuatu milik
pihak yang lain sebagai usaha untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan
masing- masing. Pertukaran dapat dilakukan secara barter atau transaksi
penjualan dengan syarat-syarat yang disepakati secara layak oleh kedua
belah pihak. Artinya dalam pertukaran tidak ada pihak yang dirugikan.
Konsep Pemasaran
Pemasaran
sangat penting dalam setiap kegiatan bisnis. Lingkungan, kondisi pasar,
sifat produk, dan terutama pandangan pemasar atau pihak yang
berkepentingan terhadap pemasaran tersebut. Dengan kata lain dapat
dikatakan bahwa konsep pemasarn yang dianut oleh masing-masing
perusahaan tidaklah sama. Konsep pemasaran ini dalam perjalanan waktunya
mengalami perkembangan (evolusi pemikiran). Perkembangannya adalah
sebagai berikut:
- Konsep produksi:
Adalah
anggapan pemasar yang berorientasi kepada proses produksi (internal)
bahwa konsumen hanya akan membeli produk-produk yang murah. Dengan
demikian focus kegiatan perusahaan yang harus dilakukan adalah efesiensi
biaya (produksi dan distribusi) agar dapat menjual barang dengan murah
kepada konsumen.
- Konsep produk:
Adalah
anggapan pemasar bahwa konsumen lebih menghendaki produk-produk yang
berkualitas atau berpenampilan menarik. Dengan demikian tujuan bisnis
perusahaan adalah pengendalian kualitas.
- Konsep penjualan
Adalah
anggapan pemasr yang berorientasi kepada tingkat penjualan (internal)
bahwa konsumen perlu dipengaruhi agar penjualan dapat meningkat sehingga
tercapai profit maksimum sebagai tujuan perusahaan. Dengan demikian
focus kegiatan perusahaan adalah usaha-usaha meningkatkan cara-cara
penjualn dan kegitan promosi yang intensif agar mampu mempengaruhi,
membujuk konsumen untuk membeli sehingga penjualn dapat meningkat.
- Konsep pemasaran
Adalah
anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan (eksternal) bahwa
konsumen hanya akan bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi
kebutuhan dan memberikan kepuasan. Dengan demikian focus kegiatan
perusahaan adalah berusaha memenuhi kepuasan penggan melalui pemahaman
perilaku konsumen.
- Konsep pemasaran yang memasyarakat (sosial)
Adalah
anggapan pemasar bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk-produk
yang mampu memenuhi kebutuhan serta kesejahteraan lingkungan sosial
konsumen. Tujuan kegiatan perusahaan adalah disamping berusaha memenuhi
kebutuhan masyarakat juga memperbaiki relasi antara produsen dan
masyaraket untuk peningkatan kesejahteraannya.
- Konsep pasar
Adalah
anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan dan pesaing-pesaing
perusahaan (persaingan pasar) bahwa produsen perlu mempunyai keunggulan
pasar yang bersaing untuk dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan. Focus
kegiatan pelanggan adalah berusaha memahami perilaku konsumen dan juga
berusaha memahami perilaku pesaing untuk dapat mengatasi persaingan.
Sasaran Pasar
Bagian
Pasar (target market) yang akan dilayani perusahaan adalah sasaran yang
merupakan rencana penguasaan pasar. Akan tetapi dalam realisasi, dapat
terjadi penguasaan pasar yang dicapai dapat lebih rendah dari rencana.
Bagian pasar yang dapat dikuasai adalah pasar actual yang direalisir.
Bagian ini bila dibandingkan dengan pasar yang dapat dipenuhi oleh
keseluruhan industri adalah kemampuan penguasaan perusahaan atas pasar
(market share).
Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Segmentasi Pasar
2. Penetapan Pasar Sasaran
3. Penempatan Produk
1. Segmentasi Pasar
Segmentasi
Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari
suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat
homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk
tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen. Pada
dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada
falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan
melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih
terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara
lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi
konsumen.
Ada
empat ktiteria yang harus dipenuhi segmen pasar agar proses segmentasi
pasar dapat dijalankan dengan efektif dan bermanfaat bagi perusahaan,
yaitu:
��Terukur
(Measurable), artinya segmen pasar tesebut dapat diukur, baik besarnya,
maupun luasnya serta daya beli segmen pasar tersebut.
��Terjangkau (Accessible), artinya segmen pasar tersebut dapat dicapai sehingga dapat dilayani secara efektif.
��Cukup luas (Substantial), sehingga dapat menguntungkan bila dilayani.
��Dapat
dilaksanakan (Actjonable), sehingga semua program yang telah disusun
untuk menarik dan melayani segmen pasar itu dapat efektif.
Kebijakan
segmentasi pasar haruslah dilakukan dengan menggunakan ktiteria
tertentu. Tentunya segmentasi ini berbeda antara barang industri dengan
barang konsumsi. Namun dengan demikian secara umum setiap perubahan akan
mensegmentasikan pasarnya atas dasar:
a. Segmentasi atas dasar Geografis, Segmentasi
pasar ini dilakukan dengan cara membagi pasar kedalam unit-unit
geografis seperti negara, propinsi, kabupaten. kota, desa, dan lain
sebagainya. Dalam hal ini perusahaan
akan
beroperasi disemua segmen, akan tetapi, harus memperhatikan perbedaan
kebutuhan dan selera yang ada dimasing-masing daerah.
b. Segmentasi atas dasar Demografis,
Segmentasi pasar ini dapat dilakukan dengan cara memisahkan pasar
kedalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variabel-variabel
demografis, seperti umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan,
agama, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.
c. Segmentasi atas dasar psychografis,
Segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi-bagi konsumen
kedalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya
hidup, berbagai ciri kepribadian, motif pembelian, dan lain-lain.
2. Penetapan Pasar Sasaran ( Target market)
Adalah
merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau
lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila
perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya,
maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai porensi profit
dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus
mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan
meramalkan permintaan pada masa yang akan datang. Teknik-teknik yang
dipergunakan ini sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga
pemasar dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi,
atau paling tidak menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka
untuk tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi
segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi,
dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. Dalam
kenyataannya perusahaan dapat mengikuti salah satu diantara lima
strategi peliputan pasar, yaiitu:
1.
Konsentrasi pasar tunggal, ialah sebuah perusahaan dapat memusatkan
kegiatannya dalam satu bagian daripada pasar. Biasanya perusahaan yang
lebih kecil melakukan pilihan ini.
2.
Spesialisasi produk, sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi
satu jenis produk. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk
memproduksi hanya mesin tik listrik bagi sekelompok pelanggan.
3.
Spesialisasi pasar, misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat
segala macam mesin tik, tetapi diarahkan untuk kelompok pelanggan yang
kecil.
4.
Spesialisasi selektif, sebuah perusahaan bergerak dalam berbagai
kegiatan usaha yang tidak ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali
bahwa setiap kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik.
5.
Peliputan keseluruhan, yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih
besar untuk mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk untuk
setiap orang, sesuai dengan daya beli masing-masing.
3. Penempatan produk ( Product Positioning)
Penempatan
produk mencakup kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan
dan menetapkan bauran pemasaran yang terperinci. Pada hakekatnya
Penempatan produk adalah: Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran
agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.
Bagi
setiap segmen yang dimasuki perusahaan, perlu dikembangkan suatu
strategi penempatan produk. Saat ini setiap produk yang beredar dipasar
menduduki posisi tertentu dalam segmen pasamya. Apa yang sesungguhnya
penting disini adalah persepsi atau tanggapan konsumen mengenai posisi
yang dipegang oleh setiap produk dipasar.
Ada beberapa pilihan strategi merancang posisi produk:
1. Posisi berdasarkan atribut produk
Suatu produk dapat dilihat berbeda oleh konsumen menurut atribut produk, misalnya kualitas, harga, penampilan, atau modelnya.
2. Posisi berdasarkan pada manfaat produk
Posisi
produk dapat dibedakan terhadap produk pesaing menurut kegunaan produk,
fungsi, atau manfaat menggunakan. Misalnya kedudukan sepatu olahraga
akan berbeda posisinya dengan sepatu formal.
3. Posisi yang mendasarkan penggunaan produk
Suatu produk dapat diposisikan untuk penggunaannya pada saat-saat atau kondisi tertentu. Komputer dapat dibedakan kedudukannya menurut pemakaian menentap atau untuk kepentingan diperjalanan (laptop)
4. Posisi berdasarkan pemakaian produk
Posisi
produk dapat dibedakan secar langsung sesuai dengan perbedaan atau
kekhususan pemakai produk. Misalnya posisi kendaraan menurut kepentingan
keluarga akan berbeda dengan posisi kendaraan untuk pemakaian niaga.
5. Posisi yang membedakan langsung dengan pesaing
Posisi
produk dapat dirancang berbeda secara langsung terhadap produk-produk
pesaing dengan menyinggung atau menyebut atribut produk pesaingnya.
1.4 Bauran Pemasaran
Salah
satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah Bauran Pemasaran,
yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan
dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada
satu segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarannya. Marketing
mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari
sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan
untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel
atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh
perusahaan seefektif mungkin, dalam melakukan kegiatan pemasarannya.
Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi
kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai
variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran
secara efektif. Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix
sccara umum adalah sebagai berikut: marketing mix adalah istilah yang
dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem
pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adlah penawaran
produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
Keempat unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix) tersebut atau yang disebut four p's adalah sebagai berikut:
1. Strategi Produk
2. Strategi Harga
3. Strategi Penyaluran / Distribusi
4. Strategi Promosi
Marketing
mix yang dijalankan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi
perusahaan. Disamping itu marketing mix merupakan perpaduan dari
faktor-faktor yang dapat dikendalikan perusahaan untuk mempermudah
buying decision, maka variabel-variabel marketing mix diatas tadi dapat
dijelaskan sedikit lebih mendalam sebagai berikut:
1. Produk (Jasa)
Kebijaksanaan
mengenai produk atau jasa meliputi jumlah barang/jasa yang akan
ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang ditawarkan perusahaan guna
mendukung penjualan barang dan jasa, dan bentuk barang ataupun jasa yang
ditawarkan. Produk merupakan elemen yang paling penting. sebab dengan
inilah perusahaan berusaha untuk memenuhi "kebutuhan dan keinginan" dari
konsumen. namun keputusan itu tidak berdiri sebab produk/jasa sangat
erat hubungannya dengan target market yang dipilih. Sedangkan sifat dari
produk/jasa tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tidak berwujud
Jasa
mempunyai sifat tidak berwujud, karena tidak bisa dilihat, dirasa,
diraba, didengar atau dicium, sebelum ada transaksi pembelian.
2. Tidak dapat dipisahkan
Suatu
produk jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu
merupakan orang atau benda. Misalnya jasa yang diberikan oleh sebuah
hotel tidak akan bisa terlepas dari bangunan hotel tersebut.
3. Berubah-ubah
Bidang
jasa sesungguhnya sangat mudah berubah-ubah, sebab jasa ini sangat
tergantung kepada siapa yang menyajikan, kapan disajikan dan dimana
disajikan. Misalnya jasa yang diberikan oleh sebuah hotel berbintang
satu akan berbeda dengan jasa yang diberiakan oleh hotel berbintang
tiga.
4. Daya tahan
Jasa
tidak dapat disimpan. Seorang pelanggan yang telah memesan sebuah kamar
hotel akan dikenakan biaya sewa, walaupun pelanggan tersebut tidak
menempati karnar yang ia sewa.
2. Harga ( Price)
Setiap
perusahaan selalu mengejar keuntungan guna kesinambungan produksi.
Keuntungan yang diperoleh ditentukan pada penetapan harga yang
ditawarkan. Harga suatu produk atau jasa ditentukan pula dari besarnya
pengorbanan yang dilakukan untuk menghasilkan jasa tersebut dan laba
atau keuntungan yang diharapkan. Oleh karena itu, penetuan harga produk
dari suatu perusahaan merupakan masalah yang cukup penting, karena dapat
mempengaruhi hidup matinya serta laba dari perusahaan.
Kebijaksanaan
harga erat kaitannya dengan keputusan tentang jasa yang dipasarkan. Hal
ini disebabkan harga merupakan penawaran suatu produk atau jasa. Dalam
penetapan harga, biasanya didasarkan pada suatu kombinasi barang/jasa
ditambah dengan beberapa jasa lain serta keuntungan yang memuaskan.
Berdasarkan harga yang ditetapkan ini konsumen akan mengambil keputusan
apakah dia membeli barang tersebut atau tidak. Juga konsumen menetapkan
berapa jumlah barang/jasa yang harus dibeli berdasarkan harga tersebut.
Tentunya keputusan dari konsumen ini tidak hanya berdasarkan pada harga
semata, tetapi banyak juga faktor lain yang menjadi pertimbangan,
misalilya kualitas dari barang atau jasa, kepercayaan terhadap
perusahaan dan sebagainya.
Hendaknya
setiap perusahaan dapat menetapkan harga yang peling tepat, dalam arti
yang dapat memberikan keuntungan yang paling baik, baik untuk jangka
pendek maupun unluk jangka panjang.
3. Saluran Distribusi ( Place )
Setelah
perusahaan berhasil menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan
menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya menentukan metode
penyampaian produk/jasa ke pasar melalui rute-rute yang efektif hingga
tiba pada tempat yang tepat, dengan harapan produk/jasa tersebut berada
ditengah-tengah kebutuhan dan keinginan konsumen yang haus akan
produk/jasa tersebut.
Yang
tidak boleh diabaikan dalam langkah kegiatan memperlancar arus
barang/jasa adalah memilih saluran distribusi (Channel Of Distribution).
Masalah pemilihan saluran distribusi adalah masalah yang berpengaruh
bagi marketing, karena kesalahan dalam memilih dapat menghambat bahkan
memacetkan usaha penyaluran produk/jasa dari produsen ke konsumen.
Distributor-distributor atau penyalur ini bekerja aktif untuk mengusahakan
perpindahan
bukan hanya secara fisik tapi dalam arti agar jasa-jasa tersebut dapat
diterima oleh konsumen. Dalam memilih saluran distribusi ini ada
beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu sebagai berikut:
a. Sifat pasar dan lokasi pembeli
b. Lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang-pedagang perantara
c. Pengendalian persediaan, yaitu menetapkan tingkat persediaan yang ekonomis.
d. Jaringan pengangkutan.
Saluran
distribusi jasa biasanya menggunakan agen travel untuk menyalurkan
jasanya kepada konsumen. Jadi salah satu hal yang penting untuk
diperhatikan dalam kebijaksanaan saluran distribusi itu sendiri dengan
memperhitungkan adanya perubahan pada masyarakat serta pola distribusi
perlu mengikuti dinamika para konsumen tadi.
4. Promosi (promotion)
Aspek
ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan informasi pada
pasar tentang produk/jasa yang dijual, tempat dan saatnya. Ada beberapa
cara menyebarkan informasi ini, antara lain periklanan (advertising),
penjualan pribadi (Personal Selling), Promosi penjualan (Sales
Promotion) dan Publisitas (Publicity)
��Periklanan
(Advertising): Merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi
konsumennya. Periklanan ini dapat dilakukan oleh pengusaha lewat surat
kabar, radio, majalah, bioskop, televisi, ataupun dalam bentuk
poster-poster yang dipasang dipinggir jalan atau tempat-tempat yang
strategis.
��Penjualan
Pribadi (Personal selling): Merupakan kegiatan perusahaan untuk
melakukan kontak langsung dengan calon konsumennya. Dengan kontak
langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan atau interaksi yang
positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Yang termasuk dalam personal selling adalah: door to door selling, mail order, telephone selling, dan direct selling.
��Promosi
Penjualan (Sales Promotion): Merupakan kegiatan perusahaan untuk
menjajakan produk yang dipasarkarlnya sedemikian rupa sehingga konsumen
akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan
pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian
konsumen.
��Publsitas
(Pubilicity): Merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan
untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar
mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini
berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan publisitas perusahaan
tidak melakukan hal yang bersifat komersial. Publisitas merupakan suatu
alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakat secara tepat,
sehingga sering disebut sebagai usaha untuk "mensosialisasikan" atau
"memasyarakatkan ".
Dalam
hal ini yang harus diperhatikan adalah tercapainya keseimbangan yang
efektif, dengan mengkombinasikan komponen-komponen tersebut kedalam
suatu strategi promosi yang terpadu untuk berkomunikasi dengan para
pembeli dan para pembuat keputusan pembelian.
TRIK MENJADI MARKETING HANDAL
Ada beberapa cara untuk menjadi marketing handal:
1. Mengetahui Kebutuhan Pelanggan
Keberhasilan
akan produk yang akan kita jual ke klien yaitu dengan mengetahui
kebutuhan mereka. Misalnya klien sedang mencari produk pemutih wajah
jangan kita menawarinya alat-alat masak. Carilah informasi
sebanyak-banyaknya baik eksternal maupun internal klien sendiri.
2. Buatlah Time Table
Buatlah
time table, daftarlah deretan nama klien lengkap dengan catatan
karakter tiap produk/kebutuhan, lalu segera hubungi mereka sepagi
mungkin. Dalam sehari banyak sekali yang bisa Anda lakukan.
3.Keahlian Menjalin Hubungan
Tak bisa dipungkiri, kelihaian
menjalin hubungan personal, cukup menentukan keberhasilan usaha Anda
menggaet mereka. Anda tidak harus menjadi psikolog untuk memenangkan
hati mereka. Ada beberapa sikap yang biasanya diperlihatkan klien:
* “Wah, mau banget tuh”
Tanpa bertele-tele, mereka langsung oke saat Anda menyodorkan tawaran. Sikap welcome mereka juga ditunjukkan dengan langsung menjadwalkan bertemu dan presentasi, serta terjadi interaksi yang positif antara Anda dan mereka.
Bila akhirnya terjadi transaksi, tetaplah berhubungan. Tanyakan perkembangan setelah mereka menjadi klien Anda. Mintalah komentar atau kritik dari mereka untuk meningkatkan pelayanan perusahaan Anda.
Tanpa bertele-tele, mereka langsung oke saat Anda menyodorkan tawaran. Sikap welcome mereka juga ditunjukkan dengan langsung menjadwalkan bertemu dan presentasi, serta terjadi interaksi yang positif antara Anda dan mereka.
Bila akhirnya terjadi transaksi, tetaplah berhubungan. Tanyakan perkembangan setelah mereka menjadi klien Anda. Mintalah komentar atau kritik dari mereka untuk meningkatkan pelayanan perusahaan Anda.
* “Pikir-pikir dulu deh”
Mereka sebenarnya butuh atau mungkin suka dengan tawaran Anda, tapi merasa masih ragu. Bila menemui calon klien seperti ini, jangan mundur. Prinsipnya, yakinkan klien bahwa Anda tahu persis kebutuhan mereka. Berikan sejumlah benefit buat mereka, seolah Anda memang men-service, bukan menjual.
Beri waktu untuk membuatnya kembali berpikir. Biarpun saat itu mereka menolak, suatu hari nanti, bila mereka butuh, Anda pastilah orang pertama yang dicari.
Mereka sebenarnya butuh atau mungkin suka dengan tawaran Anda, tapi merasa masih ragu. Bila menemui calon klien seperti ini, jangan mundur. Prinsipnya, yakinkan klien bahwa Anda tahu persis kebutuhan mereka. Berikan sejumlah benefit buat mereka, seolah Anda memang men-service, bukan menjual.
Beri waktu untuk membuatnya kembali berpikir. Biarpun saat itu mereka menolak, suatu hari nanti, bila mereka butuh, Anda pastilah orang pertama yang dicari.
* Enggak minat ah”
Duh, sungguh menjengkelkan memang jika belum-belum mereka sudah bilang tidak berminat. Apa yang bisa dilakukan? Gali lagi latar belakang calon klien dan minat mereka, kemudian dekati dengan cara lain yang lebih personal.
Mengetahui hobi mereka, bisa menjadi celah. Kalau mereka hobi nonton, berikan dong tiket pertunjukan, atau sesekali main ke kantor calon klien, dengan membawa makanan, bergaul dengan orang kantor di sana, dan sebagainya. Lakukan pendekatan untuk membuka peluang, setelah itu, baru ciptakan suatu kebutuhan calon klien terhadap produk Anda.
Duh, sungguh menjengkelkan memang jika belum-belum mereka sudah bilang tidak berminat. Apa yang bisa dilakukan? Gali lagi latar belakang calon klien dan minat mereka, kemudian dekati dengan cara lain yang lebih personal.
Mengetahui hobi mereka, bisa menjadi celah. Kalau mereka hobi nonton, berikan dong tiket pertunjukan, atau sesekali main ke kantor calon klien, dengan membawa makanan, bergaul dengan orang kantor di sana, dan sebagainya. Lakukan pendekatan untuk membuka peluang, setelah itu, baru ciptakan suatu kebutuhan calon klien terhadap produk Anda.
* Iya sih…tapi…enggak deh”
Sikap dan kemauannya serba tidak jelas. Dibilang nolak, tapi enggak, dibilang oke, tapi kok nadanya nolak? Ah, Anda dibuat pusing oleh ketidakjelasannya. Cara terbaik untuk menghadapi klien seperti ini adalah cari tahu sikap yang sebenarnya. Sebelumnya, Anda perlu tahu dulu kebutuhannya.
Anda bisa mendapatkan info ini dari orang-orang yang bekerja dengannya, atau dari pihak luar yang pernah bekerjasama dengannya. Kalau setelah pendekatan, sikapnya masih ngambang, tidak perlu memaksakan diri. Lebih baik, cari calon klien lain yang lebih punya sikap.
Sikap dan kemauannya serba tidak jelas. Dibilang nolak, tapi enggak, dibilang oke, tapi kok nadanya nolak? Ah, Anda dibuat pusing oleh ketidakjelasannya. Cara terbaik untuk menghadapi klien seperti ini adalah cari tahu sikap yang sebenarnya. Sebelumnya, Anda perlu tahu dulu kebutuhannya.
Anda bisa mendapatkan info ini dari orang-orang yang bekerja dengannya, atau dari pihak luar yang pernah bekerjasama dengannya. Kalau setelah pendekatan, sikapnya masih ngambang, tidak perlu memaksakan diri. Lebih baik, cari calon klien lain yang lebih punya sikap.
4. Kemampuan Jual
Selain soal kemampuan menjual,
ada hal-hal yang sebenarnya sepele, tapi punya manfaat besar dalam
interaksi Anda dengan klien. Ini kaitannya dengan pembawaan Anda.
* Penampilan oke
Anda tidak perlu menggerutu jika punya wajah tidak secantik Tamara Bleszynski (dia sih satu banding seribu) Penampilan oke bisa diperoleh dengan berpakaian sesuai ‘tema’ (jangan berpakaian kasual jika Anda menawarkan produk yang sangat feminin). Lalu percaya dirilah (yang ditampilkan dengan bahu tegak, mata menatap pasti, dan senyum yang konstan). Sikap ini akan membuat Anda terlihat sebagai orang yang sukses. Orang tentu akan lebih senang bertransaksi dengan orang yang tampak sukses daripada gagal.
Anda tidak perlu menggerutu jika punya wajah tidak secantik Tamara Bleszynski (dia sih satu banding seribu) Penampilan oke bisa diperoleh dengan berpakaian sesuai ‘tema’ (jangan berpakaian kasual jika Anda menawarkan produk yang sangat feminin). Lalu percaya dirilah (yang ditampilkan dengan bahu tegak, mata menatap pasti, dan senyum yang konstan). Sikap ini akan membuat Anda terlihat sebagai orang yang sukses. Orang tentu akan lebih senang bertransaksi dengan orang yang tampak sukses daripada gagal.
* In the mood
Simpan dalam peti untuk sementara suasana hati yang buruk akibat patah hati. Tampillah dengan penuh gairah saat bertemu calon klien. Sebab hanya dengan emosi yang stabil, dapat tercipta energi dan mood yang baik.
Simpan dalam peti untuk sementara suasana hati yang buruk akibat patah hati. Tampillah dengan penuh gairah saat bertemu calon klien. Sebab hanya dengan emosi yang stabil, dapat tercipta energi dan mood yang baik.
* Say cheese
Senyum itu murah tapi punya dampak yang luar biasa. Senyum juga menular pada orang lain. Dengan senyum Anda dapat mencairkan suasana yang kaku, meredakan ketegangan dan kemarahan. Sulit menemui klien? Perlihatkan dong senyum terbaik Anda.
Senyum itu murah tapi punya dampak yang luar biasa. Senyum juga menular pada orang lain. Dengan senyum Anda dapat mencairkan suasana yang kaku, meredakan ketegangan dan kemarahan. Sulit menemui klien? Perlihatkan dong senyum terbaik Anda.
* Panggil nama
Mereka lebih suka bila Anda menyebut nama, ketimbang memanggil mereka dengan sebutan ibu dan bapak saja. Anda toh tidak sedang berinteraksi dengan orang asing di kendaraan umum, kan?
Mereka lebih suka bila Anda menyebut nama, ketimbang memanggil mereka dengan sebutan ibu dan bapak saja. Anda toh tidak sedang berinteraksi dengan orang asing di kendaraan umum, kan?
* Nada dan tekanan suara
Biar pembicaraan tidak monoton, perhatikan nada dan tekanan suara. Ada kata-kata yang perlu diucapkan biasa, dan ada pula yang perlu diberi tekanan untuk menunjukkan pentingnya maksud tersebut.
Biar pembicaraan tidak monoton, perhatikan nada dan tekanan suara. Ada kata-kata yang perlu diucapkan biasa, dan ada pula yang perlu diberi tekanan untuk menunjukkan pentingnya maksud tersebut.
* Selipkan Humor
Di sela-sela pembicaraan, selipkan humor yang bisa
menyegarkan suasana. Tapi, sebaiknya pilih-pilih humornya agar tidak
menyinggung klien. Bukannya sukses, mereka malah kabur.
Suatu
perusahaan akan meraih kesuksesan berdasarkan pengaruh dari aktivitas
marketing dalam memasarkan produk perusahaan. Hal ini dilakukan tanpa
mengabaikan kontribusi divisi lain. Karena tenaga marketing sering
menjadi ujung tombal pada setiap perusahaan.
Memang
tidak mudah menjadi seorang marketing karena cukup diandalkan oleh
perusahaan. Anda dituntut untuk lihai dalam menjual dan mendatangkan
keuntungan bagi perusahaan. Jadi jika anda ingin menjadi seorang
marketing yang sukses, sebaiknya anda ikuti trik berikut ini.Jalin
networking dimanapun anda berada. Karena semakin luas jaringan yang anda
buat maka akan semakin besar juga peluang anda untuk memasarkan jasa
ataupun produk perusahaan anda. Tidak ada salahnya jika anda bergabung
dengan berbagai macam organisasi bisnis, menghadiri seminar dan
pertemuan bisnis.
Pelajari
bisnis perusahaan secara detail agar anda tidak merasa kesulitan saat
ingin menjelaskan kepada klien. Anda juga harus mempelajari kondisi
pasar atau sasaran produk anda. Karena orang bukan hanya membeli produk
yang dibutuhkannya tetapi juga yang diinginkannya.
Menentukan
sasaran atau pasar dengan tepat juga berperan penting dalam memasarkan
produk anda. Ketepatan dalam membidik sasaran bisnis cukup menentukan
sukses tidaknya bisnis anda.Bawalah selalu kartu nama, kemana pun anda
pergi. Jangan ragu untuk bertukar kartu nama kepada setiap orang yang
anda kenal saat menghadiri suatu pertemuan bisnis. Tampilkan kesan baik
kepada mereka karena hal ini merupakan tahap awal dalam memperkenalkan
citra perusahaan anda.
Jika
perlu anda membawa selalu brosur produk perusahaan anda. Hal ini
dilakukan agar saat orang yang anda temui membutuhkan maka anda bisa
langsung memberikannya dan menjelaskan produk tersebut.Sebagai marketing
anda harus mempercayai keunggulan produk perusahaan anda. Hal ini
dilakukan agar orang lain juga mempercayai produk perusahaan anda.Yang
lebih penting adalah anda harus kuat mental, sabar, bekerja keras,
disiplin dan konsisten. Karena kesuksesan tidak akan bisa anda raih bila
anda tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya.
Berdasarkan
uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa setiap perusahaan
harus menentukan strategi pemasaran yang efektif untuk
perusahaannya.Agar dapat menguasai pangsa pasar untuk keberlangsungan
usahanya. Adapun
penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan
kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Karena
perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan stretegi tertentu yang
jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula
sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa
perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat
keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar.
Dengan
memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka dapat
dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi
pemasarannya serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang
di tengah-tengah persaingannya.
SUMBER:
Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran.Jakarta:Universitas gunadarma,1993
MAGELANG
MENGENAL KOTA MAGELANG, sangat akrab sekali dengan sosok atau tokoh terhormat seorang pahlawan, yaitu Pangeran Diponegoro. Yaitu seorang Tokoh yang sangat disegani diwilayah Magelang Hingga di abdikanlah Tokoh tersebut, dengan dibuatnya patung yang berdiri kokoh dialun - alun Kota Magelang, yaitu Sang Pangeran Diponegoro sedang menunggang Kuda. Mengenai Sejarah Pangeran Diponegoro, banyak hal - hal yang diteladani. Berikut sedikit Biografi tentang Pangeran Diponegoro.
Tahukah kamu bahwa pangerang Diponegoro adalah seorang pramuka teladan ? Simak kisah berikut.
Pangeran Diponegoro adalah salah seorang pahlawan nasional yang lahir di Yogyakarta, 11 November 1785, meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun. Ia putra tertua dari Sultan Hamengkubuwono III (1811 – 1814). Ibunya, Raden Ayu Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan.
Pangeran Diponegoro memiliki visi nasional, dan idealis kebangsaan dan kernegaraan, telah berjuang melawan Belanda, dia keturunan ningrat atau bangsawan Jawa yang namanya sangat harum baik dikalangan masyarakat jawa maupun di masyarakat nusantara, dia terkenal sebagai pembela rakyat kecil dari penindasan maka perjuangannya mendapat dukungan dari seluruh penduduk khususnya di pulau Jawa.
Seluruh sepak terjang dan kiprah perjuangan Pangeran Diponegoro dalam perjuangan kemerdekaan, sepatutnyalah diakui dengan sekumpulan gelar, yakni : Penjaga Martabat Kraton; Penyelamat dan Pelestari Kraton; Ratu Adil; Pencetus Perang Jawa; Pangeran Atas Angin; Ekstrimis Inlander yang luar biasa; Pengobar Semagat Kebangsaan; Pejuang yang Jujur, Stabil dan Tangguh.
Penjaga Martabat Kraton
Suasana di dalam kraton yang penuh intrik menyebabkan kehidupan kekeluargaan menjadi kurang nyaman, terdapat kemerosotan moral akibat penetrasi budaya dari pengaruh kekuasaan Belanda, bahkan Belanda mencoba mengatur urusan-urusan dalam kraton dan perencanaan raja mendatang, maka keadaan menjadi tidak kondusif untuk pendidikan dan pembentukan akhlak mulia. Banyak para pangeran yang lebih suka hidup bermewah-mewah dan berpesta-pora, berdansa-dansi hingga larut malam, terpengaruh oleh budaya barat. Sejauh ini Belanda berhasil melemahkan kewibawaan dan kekuatan raja. Nama baik kraton menjadi diujung tanduk kehancuran, terjadi penurunan kepercayaan, martabat dan kewibawaan kraton di masyarakat luas.
Hati Pangeran Diponegoro tidak bisa menerima semua ini, terutama ketika melihat campur tangan Belanda yang semakin besar dalam persoalan kerajaan Yogyakarta. Pangeran Diponegoro sangat tidak setuju dengan adanya sistim perwalian dalam pemerintahan sehari-hari di kraton yang terdapat campur tangan Residen Belanda yang bisa mengatur raja, mengatur kehidupan kraton dan mengatur kehidupan semua penduduk pribumi dengan berbagai peraturan tata tertib yang dibuat oleh Pemerintah Belanda. Dia ingin merubah suasana yang semakin memburuk ini dan bertekad untuk mengembalikan martabat kraton.
Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Pangeran Diponegoro, ialah :
Ratu Adil
Sultan Hamengkubuwono I adalah seorang raja yang bijaksana, adil, sangat bertanggung jawab terhadap rakyatnya, dan sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya, serta turun tangan langsung dalam menangani pendidikan semua anak-anaknya secara ketat dan disiplin. Walaupun hanya dalam waktu singkat pernah mendidik Raden Mas Ontowiryo (nama Pangeran Diponegoro yang pada masa kecil) sebagai seorang yang berpengalaman maka dia melihat berbagai kelebihan pada diri Pangeran Diponegoro antara lain, teguh pada cita-citanya, cepat memahami dan menyesuaikan diri dengan tatakrama kraton serta menunjukkan simpatinya dan empatinya terhadap siapa saja yang sedang mengalami penderitaan. Sultan Hamengkubuwono I meramalkan bahwa dia kelak akan menjadi pahlawan yang kharismatik dan pemimpin yang besar.
Hasil didikan Sultan Hamengkubuwono I terbukti, dengan sikap Pangeran Diponegoro yang sangat tegas menolak bekerjasama dengan orang asing yang ingin menjajah bangsanya serta dia dengan tegas menyatakan bahwa dia ingin bangsanya tertata dalam suatu masyarakat yang adil, maka Pangeran Diponegoro mendapat gelar sebagai “Ratu Adil”. Dan ramalan Sultan Hamengkubuwono I terbukti bahwa Pangeran Diponegoro telah menjadi pahlawan besar yang telah berjuang berdasarkan idealisme kebangsaan dan kenegaraan secara nyata. – Akan tetapi sekarang banyak orang yang tidak memahami pengertian tentang “Ratu Adil”, karena pengertian Ratu Adil telah dikaburkan dan hanya dijadikan komoditas propaganda politik pada tahun 1953-1955 oleh 50 partai politik di Indonesia tanpa ada bukti nyata sedikitpun, yang ada hanya perpecahan di antara partai politik dan perebutan kekuasaan. (Rumusan berbangsa dan bernegara menjadi semakin jelas, ketika berkumpul dan berdiskusi para pelajar dari berbagai suku bangsa di gedung Stovia Jakarta pada awal tahun 1920, yang selanjutnya melahirkan Sumpah Pemuda)
Pencetus Perang Jawa
Pada tanggal 20 Juni 1825, Belanda berinisiatif melakukan penyerangan lebih dahulu ke desa Tegalrejo, sebabnya karena patok-patok jalan dicabuti oleh penduduk Tegalrejo ini, Pangeran Diponegoro beserta penduduk terpaksa mundur, karena belum siap untuk berperang, karena diperangi lebih dahulu maka Pangeran Diponegoro melawan dengan mulai membangun pertahanan di Selarong. (jelaslah, bahwa Pangeran Diponegoro bukan memberontak lebih dahulu, dan bukan agressor yang menyerang lebih dahulu, tapi dipaksa untuk berperang atau diperangi terlebih dahulu)
Mula-mula Pangeran Diponegoro berjuang sendiri di luar lingkungan kraton, karena pihak kraton memusuhinya. Ketika tiba-tiba terjadi perang yang dahsyat tentu kraton terkejut dan mempelajari tujuan perang Pangeran Diponegoro, (pihak kraton mengetahui bahwa tujuan perang Pangeran Diponegoro bukan memperebutkan harta atau tahta) akhirnya banyak pangeran yang mendukungnya, terutama para pembesar dan pegawai yang dipecat oleh Sultan Hamengkubuwono II ditambah 15 pangeran pada pemerintahan Sultan Hamengkubuwono V serta para pangeran yang tidak didaftar atau telah dikeluarkan dari daftar silsilah kraton, maka pasukan Pangeran Diponegoro secara kualitas bertambah kuat.
Walaupun Belanda menggunakan taktik perang modern, dan Pangeran Diponegoro melaksanakan perang tradisional, tetapi Belanda selalu mengalami kesulitan untuk menghancurkan pasukan Pangeran Diponegoro, bahkan jumlah pasukan Pangeran Diponegoro selalu bertambah dari waktu ke waktu, sehingga Belada semakin keteter dan beberapa kali dilakukan gencetan senjata, terutama pada musim-musim penghujan karena pasukan arteleri Belanda tidak dapat bergerak akibat tanah berlumpur.
Pangeran Diponegoro pada setiap kesempatan selalu menyebarkan pemikiran yang bernuansa kebangsaan dan kenegaraan, beliau dikenal sebagai ratu adil, pemikirannya menarik perhatian semua orang, bahkan mendapat simpati dan dukungan besar semua rakyat, karena akan membebaskan mereka dari penjajahan. Inilah penyebab Perang Diponegoro menjadi perang yang dahsyat, lebih dari 200.000 orang jawa yang meninggal dalam perang ini, lebih dari separuh penduduk Yogyakarta meninggal, sebagian besar mereka yang meninggal adalah para pendukung yang tidak terlibat langsung dalam pasukan Pangeran Diponegoro.
Perang ini semakin meluas ke seluruh desa di Pulau Jawa maka perang ini dikenal juga sebagai perang jawa, dan Pangeran Diponegoro dikenal sebagai “Pencetus perang jawa”. Kemenangan semakin berpihak pada pasukan Pangeran Diponegoro yang telah membuat keuangan pemerintah kolonial Belanda menuju kebangkrutan/kepailitan, dengan korban di pihak Belanda lebih kurang 15.000 tentara Belanda meninggal, dan termasuk 8.000 orang Eropa meninggal.
Pangeran Atas Angin
Serangan pasukan Pangeran Diponegoro terhadap mess-mess tentara Belanda selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tentara khusus Belanda “Marsose” tidak pernah berhasil mengejar pasukan Pangeran Diponegoro. Ketika pasukan Pangeran Diponegoro melewati daerah berlumpur dan berpasir, maka jejak pasukannya dan jejak kudanya hilang, tetapi ketika melewati daerah berumput menjadi bertambah dan menyebar ke segala arah, semua ini membuat pasukan marsose stress berat.
Kiranya, jejak- jejak pasukan Pangeran Diponegoro yang hilang jika melewati daerah berpasir oleh penduduk selalu menyapunya, kalau daerah berlumpur setelah disapu/diratakan lalu disiram air, dan di daerah berumput telah banyak penduduk yang telah berkumpul dan siap dengan kuda-kuda mereka, lalu mengacaukan jejak pasukan Pangeran Diponegoro. Maka Pangeran Diponegoro mendapat gelar “Pangeran Atas Angin”. Sebagian besar penduduk Pulau Jawa memitoskannya, bahwa Pangeran Diponegoro bukan manusia biasa tapi manusia setengah dewa, karena setiap kuda yang ditungganginya dapat berjalan di atas angin.
Mitos masyarakat jawa, bahwa Pangeran Atas Angin dapat menyerang dengan sangat cepat dan tiba-tiba, terdengar oleh pihak Belanda, mitos ini secara langsung telah menurunkan mental dan moral tentara Belanda yang menjadi semakin ketakutan, karena walaupun telah dilaksanakan sistim benteng stelsel, pasukan Pangeran Diponegoro dalam sehari selalu dapat menyerang beberapa tempat secara berpindah-pindah.
Ekstrimis Inlander yang luar biasa
Pihak Belanda melakukan diskriminasi terhadap semua orang menjadi tiga kasta: Kasta Atas adalah orang-orang Belanda dan keturunan Belanda yang dapat melenggang dengan penuh kesombongan, Kasta Menengah adalah orang-orang selain Belanda dan selain penduduk pribumi, Kasta Bawah adalah penduduk pribumi yang disebut Inlander. Dan setiap orang yang mencoba melawan atau memberontak terhadap Belanda disebut Ekstrimis.
Belanda menjadi tercengang dan sangat heran, mengapa penduduk desa Tegalrejo yang umumnya berpendidikan rendah (SD/SR saja banyak yang tidak tamat atau banyak yang tidak sekolah) sanggup melaksanakan melaksanakan perang sedemikian hebat terhadap Belanda, bahkan perang semakin meluas, ini semua pasti ada orang yang luar biasa yang menggerakkannya. Akhirnya Belanda mengetahui bahwa komandan perangnya adalah Pangeran Diponegoro, maka Pangeran Diponegoro mendapat gelar Ekstrimis Inlander yang luar biasa.
Pengobar Semagat Kebangsaan
Belanda menjadi sangat heran dan mencari sebab, mengapa seorang penduduk desa tertinggal seperti desa Tegalrejo ini bisa melahirkan seorang Eksrimis yang luar biasa? Padahal di Desa Tegalrejo tidak terdapat sekolah modern atau sekolah yang bermutu, yang ada hanya sebuah pesantren tradisional atau pesantren rombeng yang kumuh, yang hanya mengajarkan agama.
Pangeran Diponegoro dari semasa kecilnya sangat tekun mempelajari agama islam dari kyai manapun dan senang berdiskusi masalah agama dengan siapapun, sehingga pemahamannya tentang agama bukan berdasarkan fanatisme kaku dan bukan berdasarkan taqlid buta dan dia selalu memiliki hujjah yang sangat kuat dalam mematahkan setiap pendapat yang keliru mengenai agama, maka tidaklah heran jika perjuangannya mendapat dukungan yang nyata dari semua kyai dan tokoh agama di pulau Jawa, hanya mobilitas bantuan terkendala oleh jarak dan medan yang sulit. (sebenarnya lebih 108 kyai, 15 Syeikh, dan 12 penghulu yang mendukungnya, maka dapat dikatakan seluruh kyai mendukungnya)
Jiwa Pangeran Diponegoro yang dibimbing oleh agama, membuat kehidupannya lebih berorientasi pada kepentingan ukhrowi, oleh karena itu dia berani meninggalkan kemewahan hidup di lingkungan kraton, meninggalkan kenikmatan duniawi, menolak tahta yang ditawarkan kepadanya. Maka perjuangannya bukanlah bermotif keserakahan harta atau tahta. Pangeran Diponegoro sendiri menolak gelar putra mahkota dari Sultan Hamengkubuwono III dan merelakan adiknya R.M Ambyah untuk menggantikannya. Pangeran Diponegoro pernah berkata : “Rakhmanudin dan kau Akhmad, jadilah saksi saya, kalau-kalau saya lupa, ingatkan padaku, bahwa saya bertekad tak mau dijadikan putra mahkota, walaupun seterusnya akan diangkat jadi raja, seperti ayah atau nenenda.” (Pangeran Diponegoro adalah sosok pahlawan yang berani meninggalkan tahta, dan menolak untuk menjadi orang yang berkuasa; tetapi mengapa orang lain justru saling berebut untuk menjadi orang yang berkuasa?)
Sebagian orang menduga, bahwa filosofi perjuangan Pangeran Diponegoro berdasarkan semangat jihad fi sabilillah, kiranya kurang tepat dan perlu dikaji kembali, sebab :
Pertama : Pemahaman Pangeran Diponegoro mengenai agama islam, bukanlah karena pemahaman agama yang sempit dan keterlaluan, (sebagaimana yang sering dipropagandakan oleh pihak Belanda) tapi dia memang memiliki pandangan yang sangat luas tentang agama, pemahamannya tidak fanatisme kaku dan tidak taklid buta, maka dia tidak akan sembarangan menetapkan sesuatu, didukung oleh penyataan dirinya sebagai “Ratu Adil” dan pandangan-pandangannya mengenai suatu masyarakat nusantara yang adil.
Kedua : Para pendukung perjuangan Pangeran Diponegoro tidak hanya masyarakat islam, tetapi juga masyarakat selain islam seperti masyarakat yang beragama Kristen, Hindu, Budha, Kongfutsu dan beragama lainnya, semuanya mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro. Hal ini akhirnya diketahui oleh pihak Belanda, maka timbuk kekhatiran di pihak Belanda, jika idealisme kebangsaan dan kenegaraan ini tersebarluas di masyarakat Nusantara, yang akan berakibat semuanya memberontak melawan Belanda. (Contohnya : kelompok masyarakat Tionghoa di Jawa Tengah yang disebut Cina Jawa terbagi dua, ada sebagian yang mendukung Belanda karena diperlakukan lebih istimewa dari penduduk pribumi sebagai kasta menengah, dan ada sebagian yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro, baik yang beragama Kongfutsu maupun Kristen – semoga masalah rasial tidak ada lagi di Indonesia)
Pejuang yang Jujur, Stabil dan Tangguh
Pribadi Pangeran Diponegoro terkenal sebagai seorang yang jujur, bermental stabil dan tangguh, dari kecilnya sampai akhir hayatnya tidak pernah berubah dalam suasana apapun, selalu sederhana, sopan, rendah hati, santun, peduli terhadap orang kecil, belas kasih kepada kaum miskin, cerdas sekaligus berani dan berakhlak mulia. Pribadinya sangat tanguh mempunyai tujuan dan cita-cita yang jelas, tidak terpengaruh oleh berbagai rayuan, isu, propaganda, bujukan dan propokasi apapun, sampai akhir hayat Belanda tidak pernah berhasil mengajaknya untuk berpihak kepada Belanda.
Pangeran Diponegoro sehari-hari berpakaian wulung sebagaimana layaknya masyarakat jawa, dan ketika bercampurgaul dengan masyarakat umum sulit membedakannya, walaupun tidak pernah mengaku keturunan bangsawan ketika bergaul dengan masyarakat dan petani di masa kecilnya sampai dewasa, akhirnya masyarkat luas mengetahuinya bahwa dia adalah seorang Pangeran dari kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tapi ketika memimpin perang penampilannya berubah, dia mengenakan pakaian jubah dan bersorban, ketika memberikan komando terpancar wibawanya yang sangat kuat.
Kepribadian, sikap, penampilan, gaya bicara dan semua tingkah laku Pangeran Diponegoro selalu tetap, stabil dn tidak pernah berubah, menunjukkan bahwa dia benar-benar seorang pejuang yang konsekwen dan sangat teguh. (Pangeran Diponegoro berbeda dengan kebanyakan orang yang berubah-ubah : ketika masih miskin atau tidak dikenal sebagai ningrat, atau hanya rakyat biasa, sikap dan tingkah lakunya rendah hati, jujur dan lugu; akan tetapi ketika sudah menjadi kaya, atau dikenal sebagai ningrat atau jadi pejabat, sikap dan tingkah lakunya sombong, angkuh, arogan dan selalu mau menang sendiri)
Di pihak Belanda, Jenderal Markus De Kock menjadi sangat khawatir, jika perang ini terus berlangsung, maka tentara Belanda akan habis dalam waktu singkat, Belanda akan kalah total dan terusir dari tanah jajahannya. Dia berusaha dengan segala daya upaya untuk memadamkan perang ini, antara lain :
Para pahlawan nasional lainnya, banyak yang memiliki visi nasional dan idealis kebangsaan dan kernegaraan, maka perjuangannya dan semua gelarnya, kiranya perlu kita pelajari untuk menghayati nilai-nilai perjuangan dalam menyongsong hari depan yang lebih cerah.
Penutup
Kiranya perjuangan Pangeran Diponegoro dapat dijadikan bahan renungan dan bahan introspeksi bagi kita semua, dan jika tulisan ini terdapat ketidaksempurnaan, mohon saran dan kritik untuk melengkapi dan menyempurnakannya. Dan dengan berbagai perjuangan ini pula Diponegoro menunjukkan teladan yang baik bagi semua pramuka tentang arti kehidupan dan petualangan. Layaklah pangeran Diponegoro mendapat penghormatan sebagai 'Pramuka Teladan'
Tahukah kamu bahwa pangerang Diponegoro adalah seorang pramuka teladan ? Simak kisah berikut.
Pangeran Diponegoro adalah salah seorang pahlawan nasional yang lahir di Yogyakarta, 11 November 1785, meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun. Ia putra tertua dari Sultan Hamengkubuwono III (1811 – 1814). Ibunya, Raden Ayu Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan.
Pangeran Diponegoro memiliki visi nasional, dan idealis kebangsaan dan kernegaraan, telah berjuang melawan Belanda, dia keturunan ningrat atau bangsawan Jawa yang namanya sangat harum baik dikalangan masyarakat jawa maupun di masyarakat nusantara, dia terkenal sebagai pembela rakyat kecil dari penindasan maka perjuangannya mendapat dukungan dari seluruh penduduk khususnya di pulau Jawa.
Seluruh sepak terjang dan kiprah perjuangan Pangeran Diponegoro dalam perjuangan kemerdekaan, sepatutnyalah diakui dengan sekumpulan gelar, yakni : Penjaga Martabat Kraton; Penyelamat dan Pelestari Kraton; Ratu Adil; Pencetus Perang Jawa; Pangeran Atas Angin; Ekstrimis Inlander yang luar biasa; Pengobar Semagat Kebangsaan; Pejuang yang Jujur, Stabil dan Tangguh.
Penjaga Martabat Kraton
Suasana di dalam kraton yang penuh intrik menyebabkan kehidupan kekeluargaan menjadi kurang nyaman, terdapat kemerosotan moral akibat penetrasi budaya dari pengaruh kekuasaan Belanda, bahkan Belanda mencoba mengatur urusan-urusan dalam kraton dan perencanaan raja mendatang, maka keadaan menjadi tidak kondusif untuk pendidikan dan pembentukan akhlak mulia. Banyak para pangeran yang lebih suka hidup bermewah-mewah dan berpesta-pora, berdansa-dansi hingga larut malam, terpengaruh oleh budaya barat. Sejauh ini Belanda berhasil melemahkan kewibawaan dan kekuatan raja. Nama baik kraton menjadi diujung tanduk kehancuran, terjadi penurunan kepercayaan, martabat dan kewibawaan kraton di masyarakat luas.
Hati Pangeran Diponegoro tidak bisa menerima semua ini, terutama ketika melihat campur tangan Belanda yang semakin besar dalam persoalan kerajaan Yogyakarta. Pangeran Diponegoro sangat tidak setuju dengan adanya sistim perwalian dalam pemerintahan sehari-hari di kraton yang terdapat campur tangan Residen Belanda yang bisa mengatur raja, mengatur kehidupan kraton dan mengatur kehidupan semua penduduk pribumi dengan berbagai peraturan tata tertib yang dibuat oleh Pemerintah Belanda. Dia ingin merubah suasana yang semakin memburuk ini dan bertekad untuk mengembalikan martabat kraton.
Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Pangeran Diponegoro, ialah :
- Berusaha menyingkirkan siapa saja di Kraton yang telah dipengaruhi oleh Belanda — Seperti Patih Danuredjo penyelenggara pemerintahan kerajaan yang tunduk pada tuntutan dan perintah Belanda – serta Pangeran Diponegoro adalah orang pertama yang berani mengecam dan menentang secara terang-terangan segala peraturan tindakan Kraton yang merugikan rakyat, tentu saja usahanya tidak berhasil malah dia dianggap memberontak terhadap kraton, maka kraton memusuhi dan memerangi Pangeran Diponegoro. Tidaklah mengherankan jika sebagian orang berpendapat bahwa Perang Diponegoro bersumber dari masalah konflik para ningrat di Kraton Yogyakarta.
- Berusaha merampas kembali tanah milik kraton yang telah dikuasai oleh Belanda, usaha inipun mengalami kegagalan karena para pangeran yang diuntungkan dengan sistim sewa, telah hidup dalam kemewahan dan bermegah-megah, takut kehilangan penghasilannya yang besar, maka mereka semua memusuhi Pangeran Diponegoro.
- Berusaha menyatukan seluruh rakyat pribumi dalam semangat “Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati“; sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Usaha ini berhasil karena disertai dengan memelopori, mencontohi dan memberikan komando yang jelas kepada semua rakyat khususnya di Pulau Jawa.
- Berusaha menetapkan tujuan perang, yakni menghilangkan pengaruh
buruk Belanda di kraton, membebaskan rakyat dari penjajahan, bukan
bertempur dengan kraton, bukan memusuhi penduduk pribumi dan bukan
memerangi sesama warga. Pencapaian tujuan perang ini berhasil, karena
Pangeran Diponegoro selalu mengawasi setiap kegiatan perang dan semua
pasukannya mentaati tujuan perang yang telah ditetapkan tersebut. Maka
tidaklah mengherankan jika perjuangan Pangeran Diponegoro mendapat
dukungan dari semua penduduk. Maka terjadilah pertempuran yang sangat
sengit di mana-mana, terjadi perang sangat besar yang tidak diduga
sebelumnya, maka pihak kraton dan Belanda merasa kewalahan, dan berusaha
untuk memadamkan perang ini, pertama-tama mengutus Pangeran Mangkubumi
— keluarga kraton yang masih dihormati oleh Pangeran Diponegoro –
tetapi Pangeran Mangkubumi justru berbalik, malah bersepakat dan
membantu perjuangan Pangeran Diponegoro. Pihak kraton dan Belanda merasa
sangat terpukul atas kegagalan ini.
Penyelamat dan Pelestari Kraton Yogyakarta
Ratu Adil
Sultan Hamengkubuwono I adalah seorang raja yang bijaksana, adil, sangat bertanggung jawab terhadap rakyatnya, dan sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya, serta turun tangan langsung dalam menangani pendidikan semua anak-anaknya secara ketat dan disiplin. Walaupun hanya dalam waktu singkat pernah mendidik Raden Mas Ontowiryo (nama Pangeran Diponegoro yang pada masa kecil) sebagai seorang yang berpengalaman maka dia melihat berbagai kelebihan pada diri Pangeran Diponegoro antara lain, teguh pada cita-citanya, cepat memahami dan menyesuaikan diri dengan tatakrama kraton serta menunjukkan simpatinya dan empatinya terhadap siapa saja yang sedang mengalami penderitaan. Sultan Hamengkubuwono I meramalkan bahwa dia kelak akan menjadi pahlawan yang kharismatik dan pemimpin yang besar.
Hasil didikan Sultan Hamengkubuwono I terbukti, dengan sikap Pangeran Diponegoro yang sangat tegas menolak bekerjasama dengan orang asing yang ingin menjajah bangsanya serta dia dengan tegas menyatakan bahwa dia ingin bangsanya tertata dalam suatu masyarakat yang adil, maka Pangeran Diponegoro mendapat gelar sebagai “Ratu Adil”. Dan ramalan Sultan Hamengkubuwono I terbukti bahwa Pangeran Diponegoro telah menjadi pahlawan besar yang telah berjuang berdasarkan idealisme kebangsaan dan kenegaraan secara nyata. – Akan tetapi sekarang banyak orang yang tidak memahami pengertian tentang “Ratu Adil”, karena pengertian Ratu Adil telah dikaburkan dan hanya dijadikan komoditas propaganda politik pada tahun 1953-1955 oleh 50 partai politik di Indonesia tanpa ada bukti nyata sedikitpun, yang ada hanya perpecahan di antara partai politik dan perebutan kekuasaan. (Rumusan berbangsa dan bernegara menjadi semakin jelas, ketika berkumpul dan berdiskusi para pelajar dari berbagai suku bangsa di gedung Stovia Jakarta pada awal tahun 1920, yang selanjutnya melahirkan Sumpah Pemuda)
Pencetus Perang Jawa
Pada tanggal 20 Juni 1825, Belanda berinisiatif melakukan penyerangan lebih dahulu ke desa Tegalrejo, sebabnya karena patok-patok jalan dicabuti oleh penduduk Tegalrejo ini, Pangeran Diponegoro beserta penduduk terpaksa mundur, karena belum siap untuk berperang, karena diperangi lebih dahulu maka Pangeran Diponegoro melawan dengan mulai membangun pertahanan di Selarong. (jelaslah, bahwa Pangeran Diponegoro bukan memberontak lebih dahulu, dan bukan agressor yang menyerang lebih dahulu, tapi dipaksa untuk berperang atau diperangi terlebih dahulu)
Mula-mula Pangeran Diponegoro berjuang sendiri di luar lingkungan kraton, karena pihak kraton memusuhinya. Ketika tiba-tiba terjadi perang yang dahsyat tentu kraton terkejut dan mempelajari tujuan perang Pangeran Diponegoro, (pihak kraton mengetahui bahwa tujuan perang Pangeran Diponegoro bukan memperebutkan harta atau tahta) akhirnya banyak pangeran yang mendukungnya, terutama para pembesar dan pegawai yang dipecat oleh Sultan Hamengkubuwono II ditambah 15 pangeran pada pemerintahan Sultan Hamengkubuwono V serta para pangeran yang tidak didaftar atau telah dikeluarkan dari daftar silsilah kraton, maka pasukan Pangeran Diponegoro secara kualitas bertambah kuat.
Walaupun Belanda menggunakan taktik perang modern, dan Pangeran Diponegoro melaksanakan perang tradisional, tetapi Belanda selalu mengalami kesulitan untuk menghancurkan pasukan Pangeran Diponegoro, bahkan jumlah pasukan Pangeran Diponegoro selalu bertambah dari waktu ke waktu, sehingga Belada semakin keteter dan beberapa kali dilakukan gencetan senjata, terutama pada musim-musim penghujan karena pasukan arteleri Belanda tidak dapat bergerak akibat tanah berlumpur.
Pangeran Diponegoro pada setiap kesempatan selalu menyebarkan pemikiran yang bernuansa kebangsaan dan kenegaraan, beliau dikenal sebagai ratu adil, pemikirannya menarik perhatian semua orang, bahkan mendapat simpati dan dukungan besar semua rakyat, karena akan membebaskan mereka dari penjajahan. Inilah penyebab Perang Diponegoro menjadi perang yang dahsyat, lebih dari 200.000 orang jawa yang meninggal dalam perang ini, lebih dari separuh penduduk Yogyakarta meninggal, sebagian besar mereka yang meninggal adalah para pendukung yang tidak terlibat langsung dalam pasukan Pangeran Diponegoro.
Perang ini semakin meluas ke seluruh desa di Pulau Jawa maka perang ini dikenal juga sebagai perang jawa, dan Pangeran Diponegoro dikenal sebagai “Pencetus perang jawa”. Kemenangan semakin berpihak pada pasukan Pangeran Diponegoro yang telah membuat keuangan pemerintah kolonial Belanda menuju kebangkrutan/kepailitan, dengan korban di pihak Belanda lebih kurang 15.000 tentara Belanda meninggal, dan termasuk 8.000 orang Eropa meninggal.
Pangeran Atas Angin
Serangan pasukan Pangeran Diponegoro terhadap mess-mess tentara Belanda selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tentara khusus Belanda “Marsose” tidak pernah berhasil mengejar pasukan Pangeran Diponegoro. Ketika pasukan Pangeran Diponegoro melewati daerah berlumpur dan berpasir, maka jejak pasukannya dan jejak kudanya hilang, tetapi ketika melewati daerah berumput menjadi bertambah dan menyebar ke segala arah, semua ini membuat pasukan marsose stress berat.
Kiranya, jejak- jejak pasukan Pangeran Diponegoro yang hilang jika melewati daerah berpasir oleh penduduk selalu menyapunya, kalau daerah berlumpur setelah disapu/diratakan lalu disiram air, dan di daerah berumput telah banyak penduduk yang telah berkumpul dan siap dengan kuda-kuda mereka, lalu mengacaukan jejak pasukan Pangeran Diponegoro. Maka Pangeran Diponegoro mendapat gelar “Pangeran Atas Angin”. Sebagian besar penduduk Pulau Jawa memitoskannya, bahwa Pangeran Diponegoro bukan manusia biasa tapi manusia setengah dewa, karena setiap kuda yang ditungganginya dapat berjalan di atas angin.
Mitos masyarakat jawa, bahwa Pangeran Atas Angin dapat menyerang dengan sangat cepat dan tiba-tiba, terdengar oleh pihak Belanda, mitos ini secara langsung telah menurunkan mental dan moral tentara Belanda yang menjadi semakin ketakutan, karena walaupun telah dilaksanakan sistim benteng stelsel, pasukan Pangeran Diponegoro dalam sehari selalu dapat menyerang beberapa tempat secara berpindah-pindah.
Ekstrimis Inlander yang luar biasa
Pihak Belanda melakukan diskriminasi terhadap semua orang menjadi tiga kasta: Kasta Atas adalah orang-orang Belanda dan keturunan Belanda yang dapat melenggang dengan penuh kesombongan, Kasta Menengah adalah orang-orang selain Belanda dan selain penduduk pribumi, Kasta Bawah adalah penduduk pribumi yang disebut Inlander. Dan setiap orang yang mencoba melawan atau memberontak terhadap Belanda disebut Ekstrimis.
Belanda menjadi tercengang dan sangat heran, mengapa penduduk desa Tegalrejo yang umumnya berpendidikan rendah (SD/SR saja banyak yang tidak tamat atau banyak yang tidak sekolah) sanggup melaksanakan melaksanakan perang sedemikian hebat terhadap Belanda, bahkan perang semakin meluas, ini semua pasti ada orang yang luar biasa yang menggerakkannya. Akhirnya Belanda mengetahui bahwa komandan perangnya adalah Pangeran Diponegoro, maka Pangeran Diponegoro mendapat gelar Ekstrimis Inlander yang luar biasa.
Pengobar Semagat Kebangsaan
Belanda menjadi sangat heran dan mencari sebab, mengapa seorang penduduk desa tertinggal seperti desa Tegalrejo ini bisa melahirkan seorang Eksrimis yang luar biasa? Padahal di Desa Tegalrejo tidak terdapat sekolah modern atau sekolah yang bermutu, yang ada hanya sebuah pesantren tradisional atau pesantren rombeng yang kumuh, yang hanya mengajarkan agama.
Pangeran Diponegoro dari semasa kecilnya sangat tekun mempelajari agama islam dari kyai manapun dan senang berdiskusi masalah agama dengan siapapun, sehingga pemahamannya tentang agama bukan berdasarkan fanatisme kaku dan bukan berdasarkan taqlid buta dan dia selalu memiliki hujjah yang sangat kuat dalam mematahkan setiap pendapat yang keliru mengenai agama, maka tidaklah heran jika perjuangannya mendapat dukungan yang nyata dari semua kyai dan tokoh agama di pulau Jawa, hanya mobilitas bantuan terkendala oleh jarak dan medan yang sulit. (sebenarnya lebih 108 kyai, 15 Syeikh, dan 12 penghulu yang mendukungnya, maka dapat dikatakan seluruh kyai mendukungnya)
Jiwa Pangeran Diponegoro yang dibimbing oleh agama, membuat kehidupannya lebih berorientasi pada kepentingan ukhrowi, oleh karena itu dia berani meninggalkan kemewahan hidup di lingkungan kraton, meninggalkan kenikmatan duniawi, menolak tahta yang ditawarkan kepadanya. Maka perjuangannya bukanlah bermotif keserakahan harta atau tahta. Pangeran Diponegoro sendiri menolak gelar putra mahkota dari Sultan Hamengkubuwono III dan merelakan adiknya R.M Ambyah untuk menggantikannya. Pangeran Diponegoro pernah berkata : “Rakhmanudin dan kau Akhmad, jadilah saksi saya, kalau-kalau saya lupa, ingatkan padaku, bahwa saya bertekad tak mau dijadikan putra mahkota, walaupun seterusnya akan diangkat jadi raja, seperti ayah atau nenenda.” (Pangeran Diponegoro adalah sosok pahlawan yang berani meninggalkan tahta, dan menolak untuk menjadi orang yang berkuasa; tetapi mengapa orang lain justru saling berebut untuk menjadi orang yang berkuasa?)
Sebagian orang menduga, bahwa filosofi perjuangan Pangeran Diponegoro berdasarkan semangat jihad fi sabilillah, kiranya kurang tepat dan perlu dikaji kembali, sebab :
Pertama : Pemahaman Pangeran Diponegoro mengenai agama islam, bukanlah karena pemahaman agama yang sempit dan keterlaluan, (sebagaimana yang sering dipropagandakan oleh pihak Belanda) tapi dia memang memiliki pandangan yang sangat luas tentang agama, pemahamannya tidak fanatisme kaku dan tidak taklid buta, maka dia tidak akan sembarangan menetapkan sesuatu, didukung oleh penyataan dirinya sebagai “Ratu Adil” dan pandangan-pandangannya mengenai suatu masyarakat nusantara yang adil.
Kedua : Para pendukung perjuangan Pangeran Diponegoro tidak hanya masyarakat islam, tetapi juga masyarakat selain islam seperti masyarakat yang beragama Kristen, Hindu, Budha, Kongfutsu dan beragama lainnya, semuanya mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro. Hal ini akhirnya diketahui oleh pihak Belanda, maka timbuk kekhatiran di pihak Belanda, jika idealisme kebangsaan dan kenegaraan ini tersebarluas di masyarakat Nusantara, yang akan berakibat semuanya memberontak melawan Belanda. (Contohnya : kelompok masyarakat Tionghoa di Jawa Tengah yang disebut Cina Jawa terbagi dua, ada sebagian yang mendukung Belanda karena diperlakukan lebih istimewa dari penduduk pribumi sebagai kasta menengah, dan ada sebagian yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro, baik yang beragama Kongfutsu maupun Kristen – semoga masalah rasial tidak ada lagi di Indonesia)
Pejuang yang Jujur, Stabil dan Tangguh
Pribadi Pangeran Diponegoro terkenal sebagai seorang yang jujur, bermental stabil dan tangguh, dari kecilnya sampai akhir hayatnya tidak pernah berubah dalam suasana apapun, selalu sederhana, sopan, rendah hati, santun, peduli terhadap orang kecil, belas kasih kepada kaum miskin, cerdas sekaligus berani dan berakhlak mulia. Pribadinya sangat tanguh mempunyai tujuan dan cita-cita yang jelas, tidak terpengaruh oleh berbagai rayuan, isu, propaganda, bujukan dan propokasi apapun, sampai akhir hayat Belanda tidak pernah berhasil mengajaknya untuk berpihak kepada Belanda.
Pangeran Diponegoro sehari-hari berpakaian wulung sebagaimana layaknya masyarakat jawa, dan ketika bercampurgaul dengan masyarakat umum sulit membedakannya, walaupun tidak pernah mengaku keturunan bangsawan ketika bergaul dengan masyarakat dan petani di masa kecilnya sampai dewasa, akhirnya masyarkat luas mengetahuinya bahwa dia adalah seorang Pangeran dari kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tapi ketika memimpin perang penampilannya berubah, dia mengenakan pakaian jubah dan bersorban, ketika memberikan komando terpancar wibawanya yang sangat kuat.
Kepribadian, sikap, penampilan, gaya bicara dan semua tingkah laku Pangeran Diponegoro selalu tetap, stabil dn tidak pernah berubah, menunjukkan bahwa dia benar-benar seorang pejuang yang konsekwen dan sangat teguh. (Pangeran Diponegoro berbeda dengan kebanyakan orang yang berubah-ubah : ketika masih miskin atau tidak dikenal sebagai ningrat, atau hanya rakyat biasa, sikap dan tingkah lakunya rendah hati, jujur dan lugu; akan tetapi ketika sudah menjadi kaya, atau dikenal sebagai ningrat atau jadi pejabat, sikap dan tingkah lakunya sombong, angkuh, arogan dan selalu mau menang sendiri)
Di pihak Belanda, Jenderal Markus De Kock menjadi sangat khawatir, jika perang ini terus berlangsung, maka tentara Belanda akan habis dalam waktu singkat, Belanda akan kalah total dan terusir dari tanah jajahannya. Dia berusaha dengan segala daya upaya untuk memadamkan perang ini, antara lain :
- Mengerahkan seluruh kaki tangannya dan para begundalnya, untuk membujuk para pemuka masyarakat agar tidak melawan pemerintahan Belanda disertai menyebarkan isu yang menjelek-jelekan nama baik Pangeran Diponegoro.
- Membuat sayembara dan menyebarkan pengumuman ke seluruh desa bahwa : ”Barang siapa yang bisa menangkap Pangeran Diponegoro akan diberi hadiah 50.000 gulden.”
- Melaksanakan tipu daya licik dengan cara rekayasa perundingan. Setelah beberapa kali diadakan gencetan senjata, dan pada pertempuran terakhir, lebih dari lebih 23 000 orang tentara Belanda tidak dapat mengalahkan pasukan Pangeran Diponegoro, maka Belanda mengumumkan kalah perang dan menawarkan perundingan. Pangeran Diponegoro yang hatinya bersih, jujur, lugu, tidak curiga terhadap tipu daya licik ini, dan ketika itu tidak ada saran dan nasehat dari golongan tua karena banyak yang sudah ditangkap oleh Belanda, maka Pangeran Diponegoro menyetujui perundingan tersebut. Dilaksanakan pertemuan dengan Kolonel Cleerens di daerah Purworejo pada tanggal 16 Februari 1830, Kolonel Cleerens mengulur waktu dengan alasan menunggu Jenderal De Kock, tapi sebenarnya dia sedang menyusun penyerangan untuk menangkap Pangeran Diponegoro.Pada tanggal 28 Maret 1830 Pangeran Diponegoro bertemu Jenderal Markus De Kock di Magelang, maka pada saat itu dilaksanakan penyegapan, Pangeran Diponegoro diasingkan ke Gedung Museum Fatahillah di Jakarta, lalu ke Benteng Amsterdam di Manado, dan terakhir ke Benteng Rotterdam di Makassar. Sampai akhir hayatnya 8 Januari 1855 dan dimakamkan di kampung jawa di Makassar. Dengan ditangkapnya Pangeran Diponegoro, maka tidak ada lagi yang memimpin perang dalam skala besar tersebut. Berakhirlah perang diponegoro.
Para pahlawan nasional lainnya, banyak yang memiliki visi nasional dan idealis kebangsaan dan kernegaraan, maka perjuangannya dan semua gelarnya, kiranya perlu kita pelajari untuk menghayati nilai-nilai perjuangan dalam menyongsong hari depan yang lebih cerah.
Penutup
Kiranya perjuangan Pangeran Diponegoro dapat dijadikan bahan renungan dan bahan introspeksi bagi kita semua, dan jika tulisan ini terdapat ketidaksempurnaan, mohon saran dan kritik untuk melengkapi dan menyempurnakannya. Dan dengan berbagai perjuangan ini pula Diponegoro menunjukkan teladan yang baik bagi semua pramuka tentang arti kehidupan dan petualangan. Layaklah pangeran Diponegoro mendapat penghormatan sebagai 'Pramuka Teladan'
MAGELANG
Teringat Kota Magelang, teringat pula filosofi tentang karir dan karet gelang yang pernah saya baca, berikut sekilas filosofinya.
Filosofi : Karir dan Karet Gelang
Kita
sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita
menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi
pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun
perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan negatif dari
setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tiap waktu akan
terus meningkat dibanding sebelumnya. Selain itu, kita sendiripun selalu
menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, setiap tahun kita
menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita melakukan lebih banyak
pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan memberi kita lebih banyak
kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup besar
untuk menyesuaikan diri dengan bertambahnya tuntutan perusahaan? Ada
keterkaitan dan makna mendalam antara karir dengan sebuah karet gelang
dan berikut adalah filosofisnya. Anda
tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, biasanya
bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Saat masa kecil saya dulu; karet
gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, melainkan alat
permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan
apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan,
ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak.
Saya tidak menemukan bahan lain yang bisa digunakan untuk beragam
permainan seperti karet gelang. Namun, dari sekian banyak kegunaan karet
gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu kemampuannya
untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya
menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi
kita. Yaitu, tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet
gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia
menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan 'potensi simpanannya' untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar. Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai 'satisfaction circle'. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan
semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.
Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai 'mentok'. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang 'sudah mentok' tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.
Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.
Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.
Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.
Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.
Dan, seperti karet gelang kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.
Sumber : seorang yang mengaku bijaksana..di suatu tempat.
menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan 'potensi simpanannya' untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar. Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai 'satisfaction circle'. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan
semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.
Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai 'mentok'. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang 'sudah mentok' tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.
Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.
Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.
Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.
Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.
Dan, seperti karet gelang kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.
Sumber : seorang yang mengaku bijaksana..di suatu tempat.
Monday, August 13, 2012
Magelang
Resep Getuk Lindri Ala Magelang, berikut resepnya:
Jajan pasar yang berbahan dasar singkong ini sering kita temukan di pasar-pasar tradisional di daerah kita masing-masing. Kue ini biasanya disajikan bersama urap kelapa.
Resep Bahan Getuk Lindri:
Jajan pasar yang berbahan dasar singkong ini sering kita temukan di pasar-pasar tradisional di daerah kita masing-masing. Kue ini biasanya disajikan bersama urap kelapa.
Resep Bahan Getuk Lindri:
- 1 kg singkong, kupas
- 200 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh vanili
- 100 ml air
- pewarna sesuai selera
- mentega/margarin secukupnya
- 1/3 butir kelapa diparut kasar
- 1/4 sendok teh garam
- Didihkan gula, air, dan vanili sampai kental, angkat, dinginkan, sisihkan.
- Kukus singkong sampai matang dan lunak, tumbuk selagi pans sambil dituangi cairan gula dan pewarna sampai halus dan margarin/mentega tercampur rata .
- Giling adonan dan potong sesuai selera. Hidangkan dengan urap kelapa.
- Urap kelapa : campur kelapa parut dan garam, kukus kurang lebih 5 menit supaya tahan lama.
Subscribe to:
Comments (Atom)



